oleh

Kuota Rumah Subsidi Habis, Pengembangan Perumahan di Gowa Terancam Bangkrut

-Daerah-110 views

GOWA, BERITA-SULSEL.COM – Belum tersedianya kuota perumahan subsidi dengan skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) hingga saat ini, membuat pengembang, khuusnya pengembang rumah subsidi dengan sasaran Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) menjeri.

Habisnya kuota itu secara otomatis ikut mempengaruhi operasional bisnisnya. Seperti halnya pengembang yang berada di Kabupaten Gowa.

Mereka mengaku sangat kesulitan menjalankan aktivitas bisnisnya gara-gara kuota yang belum tersedia untuk rumah subsidi

Darwis Daeng Nai misalnya. Owner tiga perusahaan properti di Gowa yakni PT Japa Putra Properti, PT Hidayat Anugerah Pratama, dan  PT Mandiri Pratama mengaku kesulitan menjalankan bisnisnya gegara program kuota rumah subsidi dari pemerintah belum ada.

Daeng Nai mengaku, sejauh ini perusahannya telah membangun kurang lebih 500 unit rumah subsidi pada awal tahun 2019 lalu. Namun karena kuota yang belum ada akhirnya penjualan itu ikut terhenti.

“Terpaksa pengerjaan saat ini kita kasi jalan pelan-pelan sambil menunggu kebijakan pemerintah pusat,” katanya, Jumat (8/11/2019).

Daeng Nai mengaku, kini kebingungan dengan kehabisan kuota rumah subsidi. Sebab lahan yang akan dibangun untuk 600 unit rumah subsidi sudah siap.

“Kita berharap pemerintah pusat dapat segera mengembalikan program rumah subsidi yang sangat membantu masyarakat,” katanya.

Daeng Nai yang lahir dari keluarga sederhana tahu betul bagaimana dampak dan manfaat program rumah subsidi bagi masyarakat.

Utamanya, bagi masyarakat yang berpenghasilan 4 juta ke bawah. Program rumah subsidi bisa mewujudkan impian warga untuk memiliki rumah.

“Jika kuota kembali diberikan, ini sangat bermanfaat masyarakat punya supaya memiliki rumah permanen dengan harga terjangkau,” bebernya.

Menurut Daeng Nai, pihaknya kekurangan kuota rumah subsidi sejak Juli 2019. Ia mengatakan jika sampai akhir tahun pemerintahan pusat tidak keluarkan kuota subsidi bisa-bisa pengembang berhenti membangun.

“Bahkan ratusan buruh terancam kehilangan pekerjaan,” tandasnya.

Hal senada juga disampaikan Basir Bali. Pengembang rumah subsidi yang juga banyak menjalankan aktivitasnya di Gowa ini mengaku sangat kesulitan akibat kuota rumah subsidi ini habis.

Bahkan kata dia  jika kondisi ini terus berlanjut kemungkinan besar banyak pengembang yang akan gulung tikar.

“Jujur saja, kami benar-benar gos-gosan dengan ketidakadaan kuota ini. Padahal pengembang kecil seperti saya ini sangat tergantung dengan prpgram kuota rumah subsidi itu ” kuncinya. (an).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed