Reshuffle Kabinet Kerja Jokowi-JK Hanya Sebatas Politik Balas Budi

ilustrasi reshuffle
ilustrasi reshuffle

BERITA-SULSEL.COM – Analis politik dan HAM Labor Institute Indonesia Andy William Sinaga menilai, reshuffle atau perombakan Kabinet Kerja yang dilakukan presiden dan wakilnya, Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) hanya sebatas balas budi kepada partai politik yang menyatakan dukungan kepada pemerintah.

Bahkan, reshuffle kedua ini belum memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan performa pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla.

“Menteri yang direkrut tak prestasi cemerlang cemerlang, hal ini terkesan dipaksakan,” jelasnya kepada wartawan di Jakarta, Rabu (27/7/2016).

Andy menjelaskan, Sri Mulyani yang masuk dengan posisi Menteri Keuangan akan menimbulkan masalah baru nantinya. Pasalnya, Sri Mulyani pernah menjabat dengan posisi yang sama diera Susilo Bambang Yudhoyono.

“Selama ini, sepertinya presiden Jokowi tak jeli dalam memilih pembantunya. Tak ada indikator yang jelas dan proses yang dilakukan juga sama, yakni kurang jelas,” ungkapnya. (*)


Comment