Warga Sulbar Tuntut Film Uang Panai

Film Uang Panai Tayang Perdana 25 Agustus 2016
Film Uang Panai Tayang Perdana 25 Agustus 2016

MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Baru saja menghadapi masalah pembajakan Film Uang Panai = Maha(r)l yang tersebar di situs youtube.com dengan versi HD, kini Makkita Cinema Production sebagai PH yang meproduksi film karya 100 persen sineas Kota Makassar ini dituntut oleh masyarakat Sulawesi Barat atau biasa disingkat Sulbar.

Tuntutan ini bukan karena persoalan pembajakan ataupun tindakan kriminal lainnya. Namun, masyarkat Sulbar yang telah terpisah dari provinsi Sulawesi Selatan ini merasa sangat penasaran dengan film yang mengangkat budaya tradisi Bugis Makassar ke layar lebar.

Sejak dirilis 25 Agustus lalu, ratusan ribu masyarakat Sulbar belum menyaksikan film bergenre komedi romantis yang disutradarai Halim Gani Safia ini. Padahal, film ini telah ditayangkan di ratusan studio bioskop yang tersebar di seluruh Indonesia.

Maklum, di Sulawesi Barat dengan Ibu Kota Mamuju belum tersedia satu pun bioskop yang siap untuk menayangkan film layar lebar nasional maupun dari luar negeri.

“Kami meminta dan memohon kepada Makkita Cinema Production selaku yang punya hak cipta untuk bisa datang ke provinsi kami dan menayangkan secara resmi Film Uang Panai,” jelas Andi Muhtar warga Kabupaten Mamuju kepada wartawan saat berkunjung di Kota Makassar, Selasa (4/10/2016).

Kata dia, ribuan bahkan hingga ratusan ribu warga Sulbar yang terbagi 5 kabupaten sangat ingin menyaksikan Film Uang Panai. “Orang Sumatera, Jawa, Kalimantan hingga Papua telah menyaksikan film ini, namun kami yang sangat dekat dengan budaya Bugis Makassar hanya isap jempol,” jelas mahasiswa Universitas Negeri Sulawesi Barat ini.

Kata dia, jarak dan biaya yang tinggi ke Kota Makassar menjadi kendala besar masyarakat Sulbar untuk bisa menyaksikan Film Uang Panai. Maka tidak heran kata Muhtar masyarakat Sulbar telah berburu secara online agar bisa menyaksikan Film Uang Panai.

“Kami tau, bahwa karya ini harus dihargai, dan melakukan tindakan seperti pembajakan atau menyebarluaskan film di situs online adalah tindakan pidana. Untuk itu kami ingin secara resmi Makkita Cinema Production secara khusus memutar Film Uang Panai di Sulbar,” pinta Muhtar.

Muhtar menyarankan, pemutaran ini dapat dilakukan diruangan tertutup dan memungut bayaran atau tiket untuk menonton. “Pasti anda akan kaget bagaimana antusias warga Sulbar. Kalau perlu harganya lebih mahal dari pada di bioskop,” tutupnya.


Comment