
MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Puluhan mahasiswa mengatasnamkan Aliansi Peduli Profesi Keperawatan melakukan aksi unjuk rasa di halaman gedung DPRD Sulsel jalan Urip Sumoharjo, Kamis (26/1/2017).
Mereka mengecam sikap Gubernur Jambi Zumi Zola yang dinilai arogan dan tidak beretika dalam menegur perawat seperti seorang teroris.
“Gubernur (Zumi Zola) tidak paham mekanisme kerja tenaga kesehatan di Permenkes No. 1204, tentang syarat kesehatan lingkungan rumah sakit, dan indeks kebisingan rumah sakit,” ungkap kordinator Aksi Nusfaisal Asis.
Nurfaisal menilai, cara menegur dengan berteriak, menendang tong sampah, menimbulkan kebisingan dan mengganggu kenyamanan serta ketenangan pasien.
“Ini jelas tidak mencerminkan nilai prikemanusiaan, itu pelanggaran HAM, perawat punya martabat, cukup hargai profesi kami, walaupun sebagian rekan kami hanya mendapatkan upah dibawah UMP,” tambahnya.
Sehingga mereka meminta kepada Zumi Zola agar meminta maaf kepada seluruh perawat di Indonesia melalui konferensi pers dan meminta kepada seluruh rumah sakit agar memperbaiki sistem pelayanan.
“Ketua DPP PPNI agar tidak buta dan tuli terhadap kasus sejawat kita dijambi, harusnya PPNI lebih responsif dalam menangani kasus tersebut,” ucap Jendral lapangan Desrianto.
Pihaknya juga meminta kepada Presiden Jokowi agar memperhatikan kesejahteraan perawat dengan sistem pengupahan diatas UMP.
“Kami berikan waktu 24 jam untuk menindak lanjuti tuntutan kami, jika tidak diindahkan maka Gubernur Jambi dan ketua DPP PPNI harus turun dari jabatannya,” demikian Desrianto.
Diketahui, Gunernur Jambi Zumi Zola menggertak perawat yang tidur pada jam penjagaan saat melakukan sidak disalah satu rumah sakit di Jambi.
Comment