Staf Medik “Mogok Kerja”, RSUD Tenriawaru Bone Siapkan Sanksi

Humas RSUD Tenriawaru, Ramli, saat dikonfirmasi sejumlah awak media

BONE, BERITA-SULSEL.COM – Mogok sementara melayani pasien elektif, yang dilakukan oleh 21 staf medik Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Bone, Selasa (21/11/17) pagi, rupanya tak membuat pihak RSUD bergeming.

Ditemui saat para staf medik tengah rapat tertutup, humas RSUD Tenriawaru Bone, Ramli, justru mengaku tak tahu kalau para dokter tersebut tengah rapat dan tak melayani pasien hingga puluhan pasien terpaksa menunggu selama berjam-jam didepan ruang poli.

“Saya tidak tahu, memang ada informasi yang masuk tapi tidak jelas apakah itu dari dokter atau bukan, disini kami hanya sebagai manajemen, kalau pasien tidak dilayani, ya itu kesalahan dokter, kan tugas pokok mereka melayani” kata Ramli. Baca Juga : Merasa di PHP, Staf Medik RS Bone Minta Presiden Evaluasi Dirut

Aksi damai yang berbuntut pada penghentian layanan sementara bagi pasien elektif awalnya didasari oleh sikap kecewa para dokter atau staf medik terhadap Direktur RSUD Tenriawaru, A Nurmina Yusuf, yang dianggap tidak transparan dalam hal kondisi keuangan RS. Nurmina juga kerap absen setiap kali para staf medik mengadakan rapat.

“Dirut sudah tahu tentang hal ini, dan kalau dokternya terus menerus tidak melayani pasien, kami akan memikirkan sanksi untuk mereka” tegas Ramli. Baca Juga : Peduli Korban Kebakaran, Polres Bone Berbagi Sembako

Diketahui, ada 24 dokter spesialis yang bekerja di RSUD dan ada sekitar 14 dokter umum. Sejak permasalahan ini mencuat 2015 lalu, pihak pemerintah baik Bupati maupun Kepala Dinas Kesehatan Bone, sudah berusaha mencari solusi terkait masalah ini. Sayangnya, antara Dirut dan para staf medik belum menemukan kesepakatan hingga menimbulkan aksi yang berdampak pada pelayanan pasien. (eka)

 

 

 


Comment