DPRD Makassar Bahas Inovasi Birokrasi Wujudkan Makassar Kota Dunia

“Silahturahmi intelektual juga sangat dibutuhkan untuk mendekatkan lembaga pemerintahan dengan kampus. Tak bisa dipungkiri jika atmosfir dan sinergitas kampus sangat dibutuhkan oleh eksekutif dan legislatif dalam merumuskan kebijakan yang berpihak kepada masyarakat,” ungkapnya.

Olehnya itu, Danny berencana menghidupkan kembali Training Centre, sebab banyak daerah lainn yang ternyata ingin belajar dari Kota Makassar

Ditempat yang sama, Pembantu Rektor III STIA LAN, Dr Guntur Karnaeni, menyampaikan terima kasih karena telah dilibatkan dalam program kemitraan yang dilaksanakan DPRD Makassar yang mengangkat tema inovasi birokrasi ini.

“Kenapa birokrasi harus berinovasi, karena birokrasi harus senantiasa berkinerja tinggi, tentu dalam hal ini harus terus melakukan perubahan sesuai jaman,” tandasnya.

Wakil Ketua DPRD Kota Makassar, Adi Rasyid Ali, mengungkapkan bahwa birokrasi ibaratnya sebuah sel atau darah. Sebab, jika ingin melihat sebuah pemerintahan berjalan dengan baik, maka lihatlah kondisi birokrasinya dan program kemitraan DPRD Makassar ini sejalan dengan tagline Makassar dua kali tambah baik

“Kalau birokrasi di sebuah daerah berjalan sebagaimana mestinya, maka dipastikan sebuah pemerintahan akan banjir prestasi termasuk mampu memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ungkap ARA sapaan akrab Adi Rasyid Ali.

Olehnya itu, Wakil Ketua DPRD ini juga sangat mengapresiasi Sekretariat DPRD Makassar yang juga telah mampu menciptakan inovasi birokrasi dengan menghadirkan program aplikasi Ajamma.

“Ajamma ini merupakan sebuah aplikasi dimana masyarakat bisa langsung menyampaikan aspirasinya kepada anggota dewan. Dan ini adalah sebuah bukti terobosan (inovasi) SKPD di bawah pemerintahan pak Danny,” tandasnya.


Comment