SEMARANG, BERITA-SULSEL.COM -Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI), Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., Ph.D., resmi meluncurkan Program Indonesia Sadar Jamu Aman (IDAMAN).
Momentum krusial ini berlangsung dalam acara Kick Off di Aula Gradhika Gubernuran Jawa Tengah, Selasa (9/6/2026). Melalui program strategis tersebut, BPOM membangun gerakan nasional untuk mewujudkan ekosistem jamu yang aman, bermutu, serta berdaya saing global.
Namun, tantangan berat masih membayangi industri obat bahan alam di tanah air. Berdasarkan data pengawasan BPOM sepanjang tahun 2025, petugas menemukan 206 produk dari 11.654 sampel obat bahan alam dan suplemen kesehatan yang positif mengandung Bahan Kimia Obat (BKO) berbahaya.
Selain itu, tim patroli siber BPOM juga mendeteksi lebih dari 39 ribu tautan penjualan produk ilegal yang tidak memenuhi ketentuan. Oleh karena itu, BPOM bergerak cepat memperkuat sistem pengawasan interaktif melalui kolaborasi lintas sektor.
“Temuan ini menunjukkan bahwa kita harus terus memperkuat perlindungan masyarakat. Pemerintah pusat, pemerintah daerah, akademisi, pelaku usaha, hingga masyarakat wajib berkolaborasi demi mewujudkan jamu yang aman dan berkualitas,” tegas Taruna Ikrar di hadapan para undangan.
Menurut Taruna, peluncuran Program IDAMAN ini juga menjadi kado terindah untuk memperingati Hari Jamu Nasional yang jatuh setiap 27 Mei. Terlebih lagi, UNESCO telah menetapkan jamu sebagai Warisan Budaya Takbenda dunia sejak 6 Desember 2023.
Potensi ini sangat luar biasa karena Indonesia memiliki lebih dari 10.000 ramuan tradisional dan hampir 20.000 jenis tanaman obat yang tercatat resmi dalam Riset Tanaman Obat dan Jamu (Ristoja). Dari sisi ekonomi, sektor ini menggerakkan belasan ribu pelaku usaha, mulai dari skala mikro hingga industri besar.
Sebagai langkah awal, BPOM memfokuskan implementasi Program IDAMAN 2026 di lima daerah percontohan. Wilayah lokus utama tersebut meliputi Kota Semarang, Kota Surakarta, Kota Yogyakarta, Kabupaten Sukoharjo, dan Kabupaten Bantul.
Melalui program ini, BPOM memberikan pendampingan intensif agar pelaku UMKM mampu memenuhi standar mutu. Di sisi lain, BPOM juga melatih kader keamanan jamu dari unsur masyarakat untuk memperluas literasi dan sosialisasi di tingkat desa percontohan.
Selanjutnya, demi memperluas jangkauan pelayanan di Jawa Tengah, BPOM kini tengah mempersiapkan pembentukan Unit Pelaksana Teknis (UPT) baru di Kabupaten Purworejo dan Kabupaten Pati. Langkah ini melengkapi lima UPT BPOM yang sudah beroperasi sebelumnya di wilayah tersebut.
Acara peresmian ini berjalan khidmat dengan kehadiran Wakil Gubernur Jawa Tengah, H. Taj Yasin Maimoen, unsur Forkopimda, akademisi, serta tenaga kesehatan. Turut mendampingi Kepala BPOM, jajaran pejabat teras eselon I BPOM.
Tampak hadir Sekretaris Utama Irjen Pol Jayadi, Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik (OTSKK) Mohamad Kashuri, serta Inspektur Utama Yan Setiadi. Selain itu, hadir pula Deputi Bidang Penindakan Irjen Pol Tubagus Ade Hidayat, dan Staf Khusus Kepala BPOM RI Wachyudi Muchsin.
Melalui gerakan IDAMAN, Taruna Ikrar optimistis masyarakat Indonesia akan tumbuh menjadi konsumen yang cerdas dan mandiri dalam memilih produk kesehatan, sekaligus membawa jamu lokal merambah pasar internasional.
Comment