BONE, BERITA-SULSEL.COM – Hampir sepekan pulang dari negeri Kincir Angin, Belanda, Kepala Dinas Kebudayaan, Andi Promal Pawi, tak bisa bicara banyak tentang hasil kunjungan rombongan ke Belanda bersama Bupati, istrinya, dan beberapa pejabat daerah dalam rangka lawatan sejarah.
Ditemui di ruang kerja Asisten I, Muh Yamin, lebih banyak senyum yang diperlihatkan Promal, Senin (18/13/17) siang. Untuk pertanggungjawaban hasil kunjungan dan jumlah anggaran tang dikeluarkan, Promal menunjuk Bahram selaku PPTK sekaligus Kabid Sejarah dan Budaya, yang juga ikut dalam lawatan sejarah tersebut.
“Kalau disana itu yang bisa dipelajari bagaimana pemerintah sangat peduli dan menghargai budaya, bukannya dilarang mengambil artefak milik Bone tapi katanya pernah ada yang menghilangkan itu jadi tidak diijinkan dibawa pulang, apalagi ini antar negara” kata Promal.
Selama lebih seminggu, Promal mengaku mengunjungi Kedutaan Besar RI pada hari pertama lalu mengunjungi museum pada hari berikutnya.
Lawatan yang banyak menuai sorotan publik ini diduga dijadikan acara liburan oleh pejabat yang dibuktikan dengan beredarnya foto-foto pejabat di sejumlah tempat wisata di Belanda dan Paris.
“Kan kebetulan disana musim salju, kebetulan juga hari sabtu minggu itu libur, jadi sekalian jalan-jalan” selorohnya.
Daftar pejabat yang ikut sesuai yang dianggarkan Dinas Kebudayaan diantaranya, Bupati, H A Baso Fahsar Padjalangi, Sekretaris Daerah (Sekda), A Surya Darma, Asisten I, Muh Yamin, Asisten III, Asriady, Kepala Inspektorat, A Amar Ma’ruf, Kepala DPKAD, A Fajaruddin, Ketua Komisi IV DPRD Bone, A Baso Ryad Padjalangi, Kabid Sejarah dan Budaya, Bahram, Kepala Dinas Kebudayaa, A Promal Pawi dan seorang budayawan.
Untuk pejabat lain, Kepala Dinas Kesehatan, A Kasmawati dan Kepala Dinas Pertanian, Sunardi Nurdin, bersama istri Bupati Bone, istri Sekda dan istri Kadis Kebudayaan, menurut Promal itu menggunakan dana pribadi namun tetap menggunakan travel yang sama dan tetap ikut dalam rombongan. (eka)
Comment