Gagal Bawa Pulang Artefak, Ini Alasan Kadis Kebudayaan Bone

BONE, BERITA-SULSEL.COM – Boyong semua pejabat ke Belanda karena tergiur pernyataan Perdana Menteri Belanda saat berkunjung ke Indonesia dan mengatakan bahwa ada 1500 artefak tersimpan di Belanda dan beberapa diantaranya berasal dari Kabupaten Bone, akhirnya tak membuahkan hasil.

Ditemui di ruang kerja Asisten I, Muh Yamin, Senin (17/13/17) siang, Kepala Dinas Kebudayaan, A Promal Pawi, mengatakan kalau dirinya dan pejabat lain sudah melihat benda budaya tersebut terpajang di Museum Belanda, meski tak disebutkan rinci benda yang dimaksud.

Ketika ditanya apakah ada benda yang berhasil dibawa pulang, sebab saat akan berangkat, Promal optimis bisa melobi dan mengembalikan barang pusaka milik Bone itu.

“Bukannya dilarang bawa pulang, tapi ini urusan antar negara dan katanya mereka pengalaman pernah ada kota yang menghilangkan barang” kata Promal.

Dari sekian banyak pertanyaan terlontar, mulai dari kapasitas pejabat lain yang ikut hingga jumlah anggaran yang dihabiskan, Promal lebih banyak diam dan tersenyum. Disbud yang telah menganggarkan Rp 400 juta untuk lawatan ke Belanda ini, mengikutkan Kepala Dinas Keuangan dan Kepala Inspektorat, hingga tak satu pun pejabat yang bisa berkomentar mengenai tujuan pasti pejabat dan hanya terkesan liburan keluarga.

“Disbud tanggung 10 orang, yang lain itu dana pribadi, soal surat-surat atau laporan nanti tanya saja PPTKnya” singkat Promal.

Asisten I, Muh Yamin, yang berada diruangan dan mendengarkan pertanyaan awak media pun turut bersuara.

“Kalau kalian mau tanyakan kenapa saya ikut, ya karena asisten satu itu bagian koordinasi jadi nanti saya yang menyelaraskan dengan SKPD lain, termasuk asisten tiga ya karena dia bagian anggaran” jelas Yamin.(eka)


Comment