Komunitas Tangan Di Atas Terbentuk di Jeneponto, Takalar dan Gowa 

BERITA-SULSEL.COM – Jeneponto, Takalar dan Gowa atau Jentago adalah daerah baru yang dipilih komunitas wirausaha terbesar di Indonesia, Tangan Di Atas (TDA) terbentuk meramaikan tumbuhnya wirausaha 5 tahun terakhir

Saat ini Komunitas TDA sudah berkembang di 77 kota besar di Indonesia dan 5 negara diantaranya Singapura, Malaysia, Australia, Hongkong dan Arab Saudi.

Ketua TDA Sulawesi Selatan, Daeng Faqih mengatakan, dipilihnya Jentago dilihat dari faktor kesiapan beberapa UKM dan pelaku wirausaha yang ingin belajar dan bertumbuh bersama.

“Saya sering mendapat pesan lewat Whatsapp dan inbox dari sahabat UKM dan pelaku usaha request agar TDA bisa ada di daerahnya,” ujarnya.

Merespon hal tersebut, kata Daeng Faqih, tanggal 18 Maret 2018 pihaknya menyelenggarakan pesta wirausaha dan launching TDA Jentago, tepatnya di ruang pola kantor Bupati Takalar.

Sementara itu, inisiator pembentukan TDA Jentago, Ilham Akbar mengatakan, dalam berkomunitas, haruslah menghimpun dan mensinergikan segenap potensi pada pengusaha yang memiliki komitmen, untuk menjadikan bisnisnya bertumbuh dan berdaya kemudian berbagi pengalaman diantara sesama anggota dalam komunitas.

“Inilah yang kami lihat, bisnis bukan semata-mata soal capital saja”, tutur

Tiga ratusan peserta akan hadir dievent pesta wirausaha dan lounching terbentuknya TDA Jentago. Acara yang memilih tema “Jurus Marketing Zaman Now, menghadirkan pembicara: Hernawan Adi Wibowo, founder Aventama Harvent Solusindo, bendahara umum TDA. Hadir pula bapak HM. Fitriady, owner Sujati Grup bersama Daeng Faqih, CEO Frame Indonesia, Ketua TDA Sulawesi Selatan.

Kata Ilham, pesta wirausaha dan launching TDA Jentago ini akan dibuka langsung Bupati Takalar Syamsari Kitta.

Bukan cuma itu, tambah Ilham, rangkaian agenda tambahan pun dipersiapkan. Seperti coaching class dengan dua materi yang berbeda, mengelolah keuangan usaha untuk UKM yang dibawakan Yana Suryanah sedangkan untuk strategi peningkatan omzet penjualan lewat internet dipandu coach Haris Tompo. (*)


Comment