LUWU, BERITA-SULSEL.COM – Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sulsel, Arham Basmin mengatakan, Generasi muda tak hanya dituntut menyelesaikan pendidikan formalnya, juga mampu menganalisa berbagai masalah, termasuk tantangan kedepan.
Baca Juga : Andi Izman Padjalangi Dampingi Ketua KNPI Sulsel Serahkan Lahan Kebun Pemuda di Luwu
Hal ini disampaikan Arham saat menjadi pembicara dalam diskusi publik yang dilaksanakan Ikatan Pelajar Mahasiswa Luwu (IPMAL) dengan tema “Sinergitas Pemerintah dan Pemuda dalam upaya Meningkatkan Mutu Pendidikan Diera Milenial” Jumat (24/1/2020).
Kegiatan merupakan rangkaian Milad IPMAL ke 11 dengan menghadirkan beberapa pembicara seperti Ketua DPRD Luwu Rusli Sunali, Kapolres Luwu AKBP Dwi Santoso, Komisoner Bawaslu Kaharuddin dan Kadispora Luwu, Alamsyah.
Baca Juga : Dihadapan Mahasiswa, Rektor UNM Puji Sosok Ketua KNPI Sulsel, Arham Basmin
“Generasi muda harus mempersiapkan diri menghadapi bonus demografi. Jika generasi muda tak mempersiapkannya, maka akan menjadi malapateka. Salah satu hal yang mesti dipersiapkan generasi muda adalah skill,” ujarnya.
Kata Arham, pemuda harus memiliki keterampilan yang professional. Hal ini bertujuan agar bisa bersaing di dunia kerja. Apalagi banyak potensi Sumber Daya Alam (SDA), baik di sektor perkebunan, pertambangan dan lainnya di Sulsel.
Baca Juga : Narasumber di Harlah PMII UNM, Arham Basmin Sampaikan Program Kebun Pemuda KNPI
“Pemuda adalah aset dan potensi daerah. Mari tingkatkan profesionalisme, kemampuan di bidang masing-masing, tingkatkan kerjasama dan kekompakan dan harus bertanggungjawab, serta beretika dan bermoral dalam membangun Sulsel, termasuk di Kabupaten Luwu,” terangnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Luwu, Rusli Sunali mengatakan, APBD pemerintah tahun 2020 jumlahnya mencapai Rp1,5 T.
“Dari angka ini, 25 % dianggarkan untuk pendidikan,” ujarnya.(*)
Video Diskusi Publik KNPI Sulsel
Comment