LUWU, BERITA-SULSEL.COM – Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, dilaksanakan secara virtual pada 5 Agustus 2021 di Luwu, Sulawesi Selatan. Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Adapun tema saat ini adalah “Jarimu Harimaumu”.
Empat orang narasumber yang tampil dalam seminar ini adalah pegiat literasi Anak Usia Dini, Umi Fatonah; Pengurus Pusat Relawan TIK Indonesia, Bang Mirham; Trainer GNI sekaligus Ketua AJI Sulawesi Selatan, Nurdin Amir; serta narablog Mansyur Rahim. Sedangkan bertindak sebagai moderator yaitu Daniel Herry selaku penyiar radio dan televisi.
Kegiatan yang kembali digelar di Luwu, Sulawesi selatan ini dihadiri oleh sebanyak 621 peserta dari berbagai kalangan .Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan peserta sebanyak 57.550 orang.
Materi tentang kecakapan digital dibawakan oleh Bang Mirham yang menyampaikan tema “Mengenal Macam-Macam Aplikasi Percakapan”. Menurut dia, sejumlah aplikasi pesan instan yang dapat digunakan warganet di internet atau gawai, antara lain, Whatsapp, Facebook Messenger, WeChat, Telegram, Line, Skype, serta KakaoTalk. Masing-masing aplikasi tersebut memiliki kekurangan dan kelebihan sendiri. “Gunakan aplikasi pesan instan yang cocok dengan Anda, pilih yang sesuai untuk pertemanan atau yang cocok dengan bisnis,” katanya.
Selanjutnya, Nurdin Amir menyampaikan materi etika digital berjudul “Etika Berjejaring, Jarimu Harimaumu”. Ia mengatakan, beberapa tindakan tidak terpuji yang kerap ditemui di media sosial, antara lain, flaming atau menghina seseorang, trolling atau komentar bernada provokasi, serta junking atau membagikan konten yang tidak bermanfaat di media sosial. Sedangkan jenis konten bernilai positif, misalnya kisah inspiratif, edukatif, informatif, serta hiburan atau konten lucu.
Pemateri ketiga, Mansyur Rahim, menyampaikan tentang budaya digital bertema “Menyatakan Pendapat di Dunia Digital”. Menurut dia, belakangan ini kasus pemidanaan warganet terkait aktivitasnya serta tuduhan melanggar UU ITE di media sosial meningkat cukup pesat. Bahkan, sekarang ini laporan kasus pencemaran nama baik bisa menjerat siapa saja. “Jika ingin mengkritik sesuatu, kritik dan fokuslah pada substansi, bukan menyerang pribadi orangnya,” tegasnya.
Adapun Umi Fatonah, sebagai narasumber terakhir, menyampaikan keamanan digital berjudul “Tips Menjaga Keamanan Digital bagi Anak-Anak di Dunia Maya”. Ia mengatakan, kiat agar buah hati tetap aman selama menggunakan internet, antara lain buat komunikasi yang terbuka, terapkan internet sehat, dan gunakan fitur perlindungan teknologi.
Selain itu, orang tua perlu mendampingi ketika anak berinternet, ajarkan mereka etika di dunia maya, dan berikan ruang untuk berkreasi secara positif. “Dorong anak untuk melapor ke sekolah atau keluarga saat melihat dan mengalami masalah di dunia maya,” tuturnya.
Setelah pemaparan materi oleh semua narasumber, kegiatan tersebut dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dipandu Daniel Herry. Para peserta tampak antusias dan mengirimkan banyak pertanyaan. Panitia memberikan uang elektronik senilai Rp100.000 bagi 10 penanya terpilih.
Salah satu peserta, Fathiah, bertanya tentang sisi keamanan pribadi yang perlu diperhatikan dalam menggunakan aplikasi pesan maupun jejaring sosial. Menanggapi hal tersebut, Bang Mihram menyarankan agar memperhatikan pengaturan di aplikasi, yakni fitur keamanan dan perizinannya. Webinar literasi digital ini mendapat apresiasi dan dukungan dari banyak pihak karena menyajikan konten dan informasi yang baru, unik, dan mengedukasi para peserta.
Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai dari Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan materi yang informatif yang disampaikan narasumber terpercaya. Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi.
Comment