Bapemperda DPRD Sulsel Ekspose Ranpeda Pendidikan Pesantren dan Literasi Aksara Lontaraq

Bapemperda DPRD Provinsi Sulsel menggelar rapat ekspose dua Ranperda inisiatif dewan di ruangan Rapat Lt 2 Gedung Tower DPRD Sulsel, Kamis, (8/9/2022). Foto : Ist

MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Badan Pembentukan Perda (Bapemperda) DPRD Provinsi Sulsel menggelar rapat ekspose dua Ranperda inisiatif dewan.

Wakil Ketua Bapemperda, Andi Irwandi Natsir mengatakan, rapat ekspose ini merupakan tugas Bapemperda sesuai tata tertib DPRD Sulsel.

Kata dia, setiap pengajuan Ranperda baik dari DPRD maupun Gubernur, terlebih dahulu dikaji oleh Bapemperda sebelum dilanjutkan pembahasannya.

“Kami ingin agar prolegda tahun 2022 mencapai target, yakni 16 Ranperda. Dengan diekspose 2 Ranperda ini, kita sisa menunggu 3 Ranperda lagi yakni 2 usul gubernur dan 1 dari DPRD,” ujarnya, Kamis, (8/9/2022).

Menurutnya, pengajuan kedua Ranperda ini merupakan tindaklanjut dari Program Pembentukan Perda (Propemperda) Provinsi Sulawesi Selatan tahun 2022.

“Kedua judul tersebut masuk dalam program tahun 2022. Dalam melakukan pengkajian, kami di Bapemperda tentunya menggunakan beberapa variabel sebelum memberikan rekomendasi,” ujarnya.

“Pertama, apakah Ranperda ini telah sesuai dengan kewenangan pemerintah provinsi dan perintah peraturan perudang-undangan. Kedua, apakah Perda ini dalam rangka melaksanakan otonomi daerah atau tugas pembantuan,” jelasnya.

“Ketiga, apakah Perda ini untuk menampung kondisi khusus daerah atau aspirasi lokal. Dari ketiga variebel ini, tentu masing-masing ada indikatornya yang terlihat dari substansi atau materi muatan dan sistematika, baik naskah akademik maupun rancangan Perdanya,” tambah Irwandi.

Irwandi menyampaikan mengapresiasi diajukannya kedua Perda tersebut. Hal sesuai komitmen dan dukungan Pemda selama ini masih kurang terhadap penyelenggaraan Pendidikan pesantren.

Irwandi juga mengingatkan pentingnya Perda literasi aksara lontara. “Saat ini terjadi degradasi terhadap eksistensi aqsara lontara, sehingga perlu regulasi untuk menjamin keberlanjutannya,” ujarnya.

“Bisa dibayangkan dikemudian hari, anak-anak kita tidak paham dengan aksara yang menjadi jati diri bangsa kita,” tegasnya.

Rapat ini juga dihadiri Drs. Andi Muchtar Mappatoba, M.Pd dan Staf Ahli Gubernur, Dr. dr. Andi Mappatoba, M.B.A, DTAS. Tim inisator Ranperda Penyelenggaraan Pendidikan Pesantren yang diKetuai Azhar Arsyad dan Tim Inisator Ranperda Literasi Aksara Lontaraq yang di Ketuai Risfayanti Muin. (*)


Comment