BONE, BERITA-SULSEL.COM— Tersisa 4 bulan menuju Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), 27 November mendatang, suasana politik di Bone masih terbilang hangat. Hampir semua figur yang menyatakan diri maju sebagai Calon Bupati Bone, belum mengantongi rekomendasi partai.
Hal ini jadi perhatian kalangan aktivis, termasuk Ketua PC SAPMA PP Bone, Taufiqurrahman. Saat berbincang dengan Sekretaris Umum HMI, Aly Arsandi, Jumat (19/7/24) di salah satu warkop yang ada di kota Bone, Taufiq mengungkap keresahannya melihat situasi politik saat ini.
Menurut Taufiq, momentum Pilkada bukan hanya soal perebutan kursi ataupun jabatan, melainkan Pilkada harus dijadikan sebagai wahana uji gagasan. Bacalon Bupati yang ada harusnya memberikan narasi-narasi dan gagasan yang mampu memberi solusi atas berbagai permasalahan yang ada di daerah ini.
“Kami sebagai anak muda yang tergabung dalam Organisasi Kemasyarakatan Pemuda, Masih menganggap bahwa pihak-pihak yang sudah mendeklarasikan diri sebagai calon bupati, belum mampu memberi gagasan yang substansial. Kami menginginkan pilkada ini menghadirkan pemikiran yang kritis dan visioner”, tuturnya.
Hal senada juga diungkapkan Aly Arsandi, dimana menurutnya saat ini Bone punya banyak masalah baik dari segi pendidikan, kesehatan, sosial ,kebudayaan termasuk masalah kepemudaan yang ada di Kabupaten Bone.
“Sebagai anak muda dan sekaligus sekertaris HMI cabang Bone melihat pilkada Bone, rasanya pisimis karena tidak melihat gagasan kedepan seperti apa. Bebarapa bakal calon Bupati Bone tidak ada berbicara gagasan kedepan seperti apa, hanya sibuk cari kendaraan. Mestinya para pemilik partai politik melihat gagasan dulu sebagai variabel lain untuk di dorong menjadi calon Bupati Bone, bukan hanya finansialnya karena ketika hanya finansialnya yang dilihat maka yakin dan percaya daftar masalah yang ada di Bone tidak akan mampu di atasi dengan baik”, terang Arsandyi.
Kedua aktivis yang kerap melakukan aksi unjuk rasa ketika ada kebijakan pemerintah yang tidak berpihak kepada rakyat ini pun berpesan agar seluruh elemen masyarakat lebih kritis dalam menentukan hak pilihnya kelak. (eka)
Comment