Fatmawati Pimpin Rakor Stunting, Kolaborasi Lintas Sektor Jadi Kunci

Fatmawati Pimpin Rakor Stunting, Kolaborasi Lintas Sektor Jadi Kunci

MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Fatmawati Rusdi, memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Penyusunan Laporan Semester I Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Provinsi Sulsel di Hotel Dalton, Makassar, pada Selasa, 29 Juli 2025.

Dalam rapat yang juga mengevaluasi program stunting di seluruh kabupaten/kota ini, Wagub menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mencapai target penurunan stunting di bawah 20%.

Rakor ini dihadiri oleh para Wakil Bupati dan Wakil Wali Kota se-Sulsel, jajaran TPPS daerah, serta perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Sulsel yang akan mengawasi pelaksanaan program.

Saat ini, prevalensi stunting di Sulsel berada di angka 23,3% (2024), turun signifikan dari 27,4% pada 2023. Meskipun demikian, Fatmawati menyoroti beberapa daerah dengan angka stunting yang masih tinggi, seperti Kabupaten Jeneponto (37,0%) dan Kabupaten Enrekang (34,3%).

Peran Pemerintah hingga Masyarakat untuk Turunkan Stunting

Fatmawati menggarisbawahi perlunya keterlibatan aktif dari berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah, sektor swasta, akademisi, masyarakat sipil, dan media, dalam mendukung program percepatan penurunan stunting.

Pemprov Sulsel telah meluncurkan program strategis seperti Aksi Stop Stunting, peran aktif TPPS, dan GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting). Upaya intervensi dilakukan melalui dua pendekatan utama:

  1. Intervensi Spesifik: pemberian ASI eksklusif, imunisasi lengkap, dan suplementasi gizi.
  2. Intervensi Sensitif: peningkatan akses air bersih, sanitasi layak, pendidikan, dan jaminan sosial.

Melalui kolaborasi dan strategi yang terpadu, Pemprov Sulsel optimistis dapat mencapai target penurunan stunting dan menciptakan generasi yang lebih sehat dan berkarakter.


Comment