Ketua DPRD Makassar Menangis, Siap Korbankan Nyawa Demi Kota

Ketua DPRD Makassar Menangis, Siap Korbankan Nyawa Demi Kota

MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Suasana haru menyelimuti pertemuan lintas organisasi masyarakat (ormas) dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di sebuah kedai kopi di Makassar, Minggu (30/8/2025) malam. Pertemuan itu membahas tragedi demonstrasi yang terjadi pada 29 Agustus 2025 yang menewaskan empat orang.

Ketua DPRD Kota Makassar, Supratman, tak kuasa menahan tangis saat menyampaikan duka mendalam atas insiden berdarah tersebut. Dengan suara bergetar, ia bahkan menyatakan kesiapannya untuk mengorbankan nyawa demi menjaga keamanan dan kedamaian Makassar.

“Kalau hari ini Makassar butuh aman, ambil saja nyawa Supratman. Saya pertaruhkan nyawa saya demi Makassar,” ujarnya penuh emosi. “Saya tidak rela Makassar hancur. Kasihan Makassar jadi seperti ini, hanya karena persoalan pusat, masyarakat menjadi korban.”

Supratman menegaskan bahwa selama 12 tahun menjadi wakil rakyat, gedung DPRD selalu terbuka untuk aspirasi masyarakat. “Tunjukkan pada saya satu saja aspirasi mahasiswa yang ditolak di DPRD Kota Makassar. Tidak ada. Karena rumah DPRD adalah rumah rakyat, rumah kita semua,” tegas politisi Partai NasDem itu.

Namun, ia menyayangkan gedung dewan yang seharusnya menjadi “rumah rakyat” justru dibakar saat unjuk rasa ricuh. “Yang kita sesalkan, kenapa rumah kita sendiri yang dibakar? Tapi sudahlah, semua sudah terjadi. Yang penting, ke depan kita jaga Makassar agar tetap aman,” katanya.

Insiden ini, menurutnya, harus menjadi pelajaran bersama agar tidak terulang. Ia bersama Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin dan Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Arya Perdana berkomitmen untuk menjaga kota tetap kondusif. “Kami hanya ingin melihat Makassar lebih baik, rakyatnya lebih bahagia. Jangan sampai kejadian kemarin terulang,” tambahnya.

Supratman juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga Makassar dari aksi anarkis. Ia menekankan bahwa DPRD tidak pernah melarang demonstrasi, namun penyampaian aspirasi harus dilakukan secara damai.

“Kalau ada yang mau demo, silakan. Itu hak rakyat. Tapi jangan lagi ada anarki seperti kemarin, karena nyawa manusia yang melayang itu sangat berdosa,” tegasnya.

Di akhir pernyataannya, Supratman mengingatkan bahwa Makassar adalah rumah bersama yang harus dijaga. “Makassar ini rumah kita. Jangan sampai rumah kita sendiri yang kita hancurkan,” pungkasnya.


Comment