MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk hadir dan melayani masyarakat secara langsung. Hal tersebut disampaikannya saat menjadi narasumber dialog publik bertajuk “Ngopi Awal Tahun” yang digelar Sun Squad Institute (SSI) di Jalan Singa, Makassar, Senin (12/1).
Dialog publik yang mengangkat tema “Sinergitas Pemerintah Daerah dalam Sentuhan Langsung kepada Masyarakat” ini menjadi ruang diskusi antara pemerintah daerah, akademisi, dan masyarakat dalam membahas pelayanan publik serta pembangunan daerah.
Dalam pemaparannya, Bupati Husniah Talenrang menekankan bahwa pelayanan publik harus dilakukan secara humanis sebagai bentuk nyata kehadiran pemerintah di tengah masyarakat.
“Prinsip yang harus kita pegang adalah pemerintah hadir bukan untuk dilayani, tetapi untuk melayani. Pelayanan publik adalah wajah negara yang pertama kali dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, kualitas pelayanan pemerintah daerah sangat menentukan tingkat kepercayaan masyarakat. Oleh karena itu, pemerintah tidak cukup hadir melalui kebijakan semata, tetapi juga harus turun langsung mendengar dan merespons kebutuhan warga.
“Pelayanan yang cepat, ramah, akuntabel, dan solutif akan membuat masyarakat benar-benar merasakan kehadiran pemerintah,” tegasnya.
Untuk memastikan pelayanan menyentuh kebutuhan masyarakat, Pemerintah Kabupaten Gowa memfokuskan perhatian pada tiga sektor utama, yakni pendidikan, kesehatan, dan layanan administrasi kependudukan.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Gowa juga memaparkan strategi penanggulangan kemiskinan ekstrem di Kabupaten Gowa. Ia menyebutkan tiga langkah utama yang menjadi fokus pemerintah daerah.
Pertama, memastikan akurasi data melalui pemanfaatan data P3KE agar intervensi tepat sasaran. Kedua, melakukan intervensi spesifik yang tidak hanya berupa bantuan tunai, tetapi juga pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan UMKM, bantuan alat pertanian dan perikanan, serta penguatan keterampilan. Ketiga, memperkuat kolaborasi lintas sektor yang melibatkan SKPD, Baznas, dan berbagai pihak terkait.
“Alur program ini seperti pendampingan kasus. Dimulai dari keluarga miskin ekstrem, dilakukan asesmen menyeluruh, kemudian dipasangkan dengan Orang Tua Asuh untuk menentukan bentuk intervensi yang paling tepat,” jelasnya.
Program tersebut diharapkan mampu menekan angka kemiskinan ekstrem sekaligus meningkatkan pendapatan dan produktivitas masyarakat secara berkelanjutan.
Dialog publik ini juga menghadirkan Bupati Maros, Chaidir Syam, sebagai narasumber. Ia berbagi pengalaman terkait pentingnya sinergi dan kolaborasi antar pemerintah daerah dalam menyelesaikan berbagai persoalan.
Menurutnya, Sun Squad Institute menjadi ruang diskusi terbuka yang mempertemukan berbagai gagasan dan solusi.
“Tempat ini menjadi ruang kolaborasi. Di sinilah kita mencari jalan terbaik untuk mengentaskan persoalan yang kita hadapi bersama,” ujarnya.
Diskusi tersebut dipandu moderator Rijal Jamal serta dihadiri panelis Harmansyah dan Prof. Zakir Sabara.
Comment