MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Isu kelangkaan ayam broiler menjadi fokus utama dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar Komisi B DPRD Provinsi Sulawesi Selatan pada Selasa (13/1/2026). Dalam rapat tersebut, terungkap bahwa ketersediaan stok ayam di Sulsel sebenarnya masih sangat mencukupi kebutuhan masyarakat.
Rapat yang berlangsung di Kantor Sementara DPRD Sulsel, Jalan AP Pettarani, Makassar ini dipimpin langsung oleh Ketua Komisi B, Andi Azizah Irma Wahyudiyati. Pertemuan ini menghadirkan berbagai pihak mulai dari OPD terkait, Satgas Pangan, Perhimpunan Peternak Ayam Pedaging (P2AP), hingga perusahaan mitra peternakan.
Data Produksi Melampaui Konsumsi
Anggota Komisi B DPRD Sulsel, Heriwawan, mengungkapkan bahwa berdasarkan data P2AP, kapasitas produksi ayam di Sulawesi Selatan jauh melampaui tingkat konsumsi bulanan.
-
Kebutuhan Masyarakat: ± 11 Juta ekor per bulan.
-
Kapasitas Produksi: ± 20 Juta ekor per bulan.
“Kalau dihitung dengan konsumsi masyarakat, stok ayam di Sulawesi Selatan sebenarnya masih sangat cukup. Tidak ada alasan untuk langka secara sistemik,” jelas legislator asal Dapil Sinjai-Bulukumba tersebut.
Tekankan Stabilitasi Harga
Meski stok melimpah, Komisi B menyoroti fluktuasi harga yang kerap meresahkan warga. Heriwawan menegaskan pentingnya keseimbangan harga agar konsumen tidak terbebani, namun di sisi lain tidak mematikan usaha peternak mandiri maupun UMKM.
“Kami meminta harga dikendalikan. Tidak boleh terlalu tinggi hingga menyusahkan konsumen, tapi juga jangan sampai menekan pelaku usaha bawah,” tegas Heriwawan.
Terkait isu kelangkaan yang sempat mencuat pada November tahun lalu, pihak DPRD mengidentifikasi bahwa hal tersebut dipicu oleh kendala distribusi Day Old Chick (DOC) atau bibit anak ayam.
Rekomendasi untuk Pemerintah
Sebagai langkah tindak lanjut, DPRD Sulsel mengeluarkan beberapa rekomendasi strategis:
-
Kolaborasi Lintas Sektor: Memastikan distribusi ayam berkualitas merata di seluruh wilayah Sulsel dengan harga stabil.
-
Pembinaan UMKM: Mendorong Pemerintah Provinsi untuk lebih aktif memberikan bantuan infrastruktur bagi peternak lokal.
-
Penguatan Sektor Pembibitan: Mendukung program pengembangan DOC secara mandiri untuk meminimalisir ketergantungan stok bibit dari luar daerah.
Comment