MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM — Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, secara resmi menutup rangkaian Pembinaan Muballigh Kota Makassar Tahun 2026 Kegiatan IV di Gedung Islamic Centre IMMIM, Jalan Jenderal Sudirman, Selasa (10/2/2026).
Kegiatan yang mengusung tema “Muballigh sebagai Mitra Strategis Pemerintah dalam Mewujudkan Makassar yang Unggul, Inklusif, Aman, dan Berkelanjutan” itu menjadi bagian dari upaya penguatan peran muballigh dalam pembangunan karakter masyarakat menjelang bulan suci Ramadan.
Dalam sambutannya, Aliyah menegaskan pembangunan tidak hanya berorientasi pada infrastruktur dan kebijakan administratif, tetapi juga pembangunan manusia dan moralitas.
“Pembangunan sejati bukan hanya soal infrastruktur dan kebijakan administratif, tetapi pembangunan manusia, akhlak, toleransi, dan kesadaran sosial. Di sinilah peran muballigh menjadi mitra strategis pemerintah,” ujarnya.
Menurutnya, Makassar yang unggul tidak semata diukur dari pertumbuhan ekonomi, tetapi juga kualitas moral dan etika masyarakatnya. Sementara kota yang inklusif adalah kota yang mampu merangkul seluruh lapisan tanpa diskriminasi serta menjaga stabilitas sosial secara berkelanjutan.
Ketua BKMT Kota Makassar itu juga mengajak para muballigh untuk mengembangkan dakwah yang sejuk, moderat, dan solutif.
“Dakwah harus menjadi cahaya, bukan api. Menjadi peneduh, bukan pemicu konflik. Dakwah yang paling efektif bukan hanya dari mimbar, tetapi dari keteladanan,” tegasnya.
Ia menilai, di tengah tantangan globalisasi dan perkembangan media sosial, muballigh—terutama generasi muda—perlu terus meningkatkan kapasitas, wawasan kebangsaan, serta metode dakwah agar tetap relevan dengan dinamika masyarakat.
Aliyah juga mendorong sinergi berkelanjutan antara pemerintah dan muballigh dalam program pembinaan umat, penguatan moderasi beragama, pencegahan konflik sosial, pembinaan generasi muda, hingga penguatan ketahanan keluarga.
“Jika muballigh dan pemerintah berjalan bersama, maka pesan pembangunan akan sampai ke hati masyarakat, bukan hanya ke telinga,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, ia mengusulkan pemberian apresiasi kepada muballigh berprestasi serta mendorong peningkatan partisipasi muballigh perempuan dalam ruang-ruang dakwah dan pembinaan umat.
Menjelang Ramadan, Aliyah berharap para muballigh dapat menjadi penyejuk dan pemersatu di tengah masyarakat.
“Yang kami harapkan adalah doa. Karena kekuatan doa itulah yang melindungi kita semua,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Kota Makassar, Mohammad Syarief, melaporkan bahwa pembinaan muballigh dilaksanakan dalam empat kegiatan dengan total peserta sekitar 600 orang.
“Kegiatan ini diikuti sekitar 150 orang setiap sesi, sehingga total mencapai 600 muballigh dan muballighah se-Kota Makassar. Pembinaan ini menjadi bekal menghadapi Ramadan agar para muballigh semakin siap secara keilmuan dan pendekatan dakwah yang menyejukkan,” ujarnya.
Ia menambahkan kegiatan menghadirkan narasumber dari unsur Forkopimda, alim ulama, serta tokoh keagamaan guna memperkuat sinergi antara muballigh dan pemerintah dalam menjaga kerukunan dan stabilitas sosial.
Acara tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh dan pejabat, di antaranya Kepala Staf Kodim 1408/Makassar Letkol Inf Wahyu Yunus, perwakilan DPP IMMIM, pimpinan Muhammadiyah Sulawesi Selatan, Ketua Baznas Kota Makassar, serta para muballigh dan muballighah se-Kota Makassar.
Kegiatan ditutup dengan harapan pembinaan ini membawa manfaat bagi umat dan berkontribusi terhadap pembangunan Kota Makassar yang lebih harmonis dan berkelanjutan. (*)
Comment