Dirjen Otda Kemendagri Sebut Ramadhan Leadership Camp Sulsel Layak Jadi Contoh Nasional

Direktur Jenderal Otonomi Daerah (Dirjen Otda) Kementerian Dalam Negeri, Dr. Cheka Virgouwansyah, memuji terobosan Pemerintah Provinsi

MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Direktur Jenderal Otonomi Daerah (Dirjen Otda) Kementerian Dalam Negeri, Dr. Cheka Virgouwansyah, memuji terobosan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam memperkuat kapasitas aparatur sipil negara (ASN). Ia menilai program Ramadhan Leadership Camp 2026 merupakan langkah konkret untuk menyelaraskan kebijakan daerah dengan visi nasional Asta Cita.

Apresiasi tersebut mengemuka saat Cheka memberikan pembekalan strategis di hadapan hampir 1.000 pejabat Pemprov Sulsel di Asrama Haji Makassar. Menurutnya, inisiatif mengumpulkan seluruh pemegang kebijakan dalam satu forum di bulan suci Ramadan adalah sebuah pencapaian bersejarah.

Sinergi Pusat dan Daerah Jadi Kunci

“Saya secara prinsip sangat mengapresiasi Bapak Gubernur yang mampu mengumpulkan eksekutif dalam satu ruangan. Kegiatan ini bisa menjadi tonggak perubahan bagi Sulawesi Selatan,” ujar Cheka.

Selain itu, ia memandang model pelatihan ini sangat potensial untuk direplikasi oleh provinsi lain di Indonesia. Sebab, forum ini mempermudah pemerintah dalam memastikan arahan pusat dapat terjemah dan tereksekusi secara tepat di level daerah melalui komunikasi yang efektif.

Oleh karena itu, Cheka menekankan pentingnya sinergi kebijakan agar pembangunan regional tetap selaras dengan target nasional. Ia mengingatkan bahwa otonomi daerah harus mendorong inovasi pelayanan publik demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara merata.

Prestasi Unggul Sulawesi Selatan

Dalam pemaparannya, Cheka juga membeberkan data evaluasi kinerja urusan pemerintahan Sulawesi Selatan yang cukup menonjol. Ternyata, sejumlah indikator pelayanan publik di provinsi ini mencatat skor yang sangat tinggi pada skala nasional.

“Urusan pendidikan dan kesehatan di Sulsel meraih skor 4,5, yang masuk dalam kategori sangat tinggi. Bahkan, urusan sosial di Sulawesi Selatan mencatat indeks tertinggi secara nasional dengan nilai sempurna 5,” ungkapnya.

Meskipun demikian, Cheka mengingatkan para pejabat agar tidak cepat berpuas diri. Sebaliknya, ia meminta seluruh perangkat daerah tetap waspada terhadap berbagai tantangan global pascapandemi yang dapat memengaruhi pertumbuhan ekonomi.

Pada akhirnya, ia menegaskan bahwa penguatan kepemimpinan ini harus bermuara pada satu tujuan utama. “Setiap unsur pemerintahan harus memahami posisinya dan memberikan kontribusi terbaik. Ujung dari semua ini adalah kesejahteraan masyarakat,” pungkas Cheka.


Comment