GOWA, BERITA-SULSEL.COM — Pemerintah Kabupaten Gowa mendorong percepatan distribusi program Makanan Bergizi Gratis (MBG) bagi ibu hamil (Bumil), ibu menyusui (Busui), dan balita non PAUD atau kelompok 3B. Komitmen itu mengemuka dalam rapat koordinasi di Kantor Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Kabupaten Gowa.
Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, menegaskan bahwa daerahnya siap menjadi percontohan pelaksanaan MBG di Sulawesi Selatan. Karena itu, ia meminta seluruh perangkat daerah dan mitra kerja memperkuat kolaborasi agar distribusi tepat sasaran.
“Program MBG merupakan prioritas nasional. Tanpa kolaborasi, hasilnya tidak maksimal. Kita ingin sasarannya semakin tepat, apalagi penanganan stunting juga menjadi fokus pemerintah pusat,” ujarnya.
Sinergi dengan Program Gassing Nganre
Menurut Husniah, sinergi antara Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan Dinas PPKB menjadi kunci. Terlebih, Kabupaten Gowa memiliki Program Gassing Nganre yang sejalan dengan intervensi 3B sehingga perlu diintegrasikan secara optimal.
Saat ini, angka stunting di Gowa berada pada kisaran 17 persen dan menjadi yang terendah di Sulawesi Selatan. Meski demikian, pemerintah daerah tetap berupaya menekan angka tersebut melalui penguatan intervensi gizi.
Selain mempercepat distribusi, Pemkab Gowa juga memastikan kualitas dan keamanan makanan sesuai standar gizi. Di sisi lain, petugas lapangan memberikan edukasi kepada masyarakat tentang manfaat konsumsi makanan bergizi pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).
“Pengawasan di lapangan harus berjalan ketat. Satgas dan petugas distribusi perlu memastikan kualitas tetap terjaga dan penerima manfaat merasa puas,” tegasnya.
Data Sasaran dan Capaian Intervensi
Kepala Perwakilan BKKBN Sulawesi Selatan, Shodiqin, menjelaskan bahwa intervensi gizi pada kelompok 3B sangat krusial untuk mencegah stunting. BKKBN, kata dia, memiliki basis data hingga tingkat desa melalui kader yang tersebar di seluruh wilayah.
Di Sulawesi Selatan terdapat 589 SPPG. Dari jumlah tersebut, 348 atau sekitar 60 persen sudah menyasar kelompok 3B. Sementara di Kabupaten Gowa terdapat sekitar 60 SPPG dan 52 di antaranya telah menyalurkan intervensi kepada 3B dengan total sekitar 16 ribu penerima manfaat.
“Ke depan, seluruh SPPG diharapkan menyalurkan 100 persen intervensi kepada sasaran 3B. Koordinasi antara penyuluh KB, kader Tim Pendamping Keluarga (TPK), dan pengelola SPPG harus diperkuat agar distribusi tepat sasaran,” jelas Shodiqin.
Sementara itu, Kepala Dinas PPKB Kabupaten Gowa, Sofyan Daud, memaparkan bahwa total sasaran MBG 3B di Gowa mencapai 46.808 orang. Jumlah tersebut terdiri atas 3.998 ibu hamil, 3.655 ibu menyusui, dan 39.155 balita non PAUD. Program ini didukung oleh 1.770 kader TPK.
Hingga Februari, intervensi telah menjangkau 16.379 orang atau 34,99 persen dari total sasaran. Rinciannya meliputi 1.321 ibu hamil, 2.142 ibu menyusui, dan 12.916 balita non PAUD.
Namun demikian, dari 18 kecamatan di Gowa, masih ada lima kecamatan yang belum melaksanakan intervensi MBG 3B. Selain itu, dari 167 desa dan kelurahan, baru 62 wilayah yang menjalankan program tersebut.
Karena itu, Pemkab Gowa menargetkan percepatan distribusi agar cakupan program semakin luas, merata, dan berkelanjutan. Pemerintah daerah berharap seluruh pihak menjaga komitmen bersama demi mempercepat penurunan stunting dan meningkatkan kualitas generasi masa depan.
Comment