BONE, BERITA-SULSEL.COM– Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, menghadiri pengukuhan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Loka Pengawas Obat dan Makanan (POM) Kabupaten Bone, Jumat (7/3/2026). Peresmian ini menandai babak baru penguatan pengawasan produk di wilayah Bone, Soppeng, Wajo, dan Sinjai (Bosowasi).
Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, Prof. Taruna Ikrar, memimpin langsung prosesi pengukuhan yang berlangsung secara serentak di tujuh daerah di Indonesia. Meski berpusat di Bone, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) turut memantau jalannya kegiatan tersebut melalui sambungan daring.
Pusat Pengawasan Obat dan Kosmetik
Dalam sambutannya, Andi Sudirman Sulaiman mengapresiasi keputusan Badan POM yang memilih Kabupaten Bone sebagai pusat kegiatan. Ia sangat berharap Loka BPOM Bone mampu menjadi garda terdepan dalam memantau peredaran obat, makanan, hingga produk kosmetik yang kini menjamur di masyarakat.
“Terima kasih kepada Kepala Badan POM karena telah memusatkan kegiatan ini di Bone. Kami berharap Loka BPOM Bone menjadi hub pengawasan yang kuat di wilayah Bosowasi,” ujar Andi Sudirman.
Selain itu, Gubernur juga mendorong agar lembaga ini terus berkembang hingga menjadi Balai Besar di masa depan. Menurutnya, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan berkomitmen penuh untuk berkolaborasi guna melindungi kesehatan masyarakat dari produk berbahaya.
Bone Jadi Daerah Paling Siap
Pada kesempatan yang sama, Kepala BPOM RI, Taruna Ikrar, memuji kesiapan infrastruktur di Kabupaten Bone. Ia menilai Bone unggul dalam aspek fasilitas bangunan serta mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah jika dibandingkan dengan enam UPT lainnya.
“Dari tujuh UPT yang mendapat dukungan MenPAN-RB, Bone adalah yang paling siap. Oleh karena itu, kantor ini resmi membawahi wilayah Bosowasi,” tegas Taruna.
Selanjutnya, Taruna menjelaskan bahwa penguatan UPT di daerah merupakan strategi utama BPOM untuk memangkas jarak dengan masyarakat. Melalui langkah ini, Badan POM ingin menunjukkan kehadirannya secara nyata hingga ke wilayah terdepan Indonesia.
Dengan beroperasinya Loka BPOM Bone, pengawasan terhadap standar keamanan produk di Sulawesi Selatan kini menjadi lebih ketat, efektif, dan terjangkau oleh warga di pelosok daerah.
Comment