Antisipasi Jukir Liar Konser TSM, Perumda Parkir Makassar Menerjunkan 20 Personel

Personel Perumda Parkir Makassar Melakukan Pengawasan Parkir pada Event Konser di Kawasan TSM Makassar

MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM — Perumda Parkir Makassar Raya bergerak cepat menjaga kenyamanan pengunjung konser di kawasan Trans Studio Mall (TSM) Makassar, Sabtu (8/8/2026). Pihaknya menerjunkan sekitar 20 personel untuk mengantisipasi potensi kemacetan serta maraknya juru parkir (jukir) liar di sekitar lokasi acara.

Direktur Operasional Perumda Parkir Makassar Raya, Andi Ryan Adrianto, menegaskan bahwa puluhan petugas tersebut mengawasi area parkir secara ketat. Langkah ini bertujuan agar pelayanan parkir tetap berjalan sesuai aturan.

“Kami dari Perumda Parkir menurunkan kurang lebih 20 personel untuk mengantisipasi pengelolaan parkir saat event. Kami sudah mempersiapkan beberapa titik parkir, salah satunya di depan Trans Studio Mall, termasuk lahan kosong di Rolling Hills,” ujar Andi Ryan.

Selain itu, tim operasional menyebar personel ke berbagai titik strategis di sekitar kawasan TSM. Petugas terus memantau pergerakan para jukir agar tidak ada pihak yang memanfaatkan situasi.

Sebelumnya, manajemen telah membekali seluruh jukir resmi dengan arahan tegas. Andi Ryan mengingatkan para jukir agar tidak menarik tarif di luar ketentuan standar.

“Jukir sudah kami edukasi untuk tidak menaikkan atau memungut tarif parkir yang tidak sesuai dengan ketentuan. Kami juga terus memantau situasi di lapangan,” jelanya.

Aksi sigap ini merupakan instruksi langsung dari Direktur Utama Perumda Parkir Makassar Raya, Adi Rasyid Ali. Ia meminta timnya menekan potensi kemunculan jukir liar saban ada acara besar di kawasan TSM.

Guna memperkuat pengawasan, Perumda Parkir juga menggandeng personel Brimob. Kehadiran aparat keamanan ini membantu mengamankan alur lalu lintas serta menjaga ketertiban di sekitar lokasi kegiatan.

Selanjutnya, Perumda Parkir berencana melakukan pendataan ulang terhadap seluruh jukir yang bertugas di kawasan TSM setiap kali ada acara. Langkah ini krusial agar tata kelola parkir makin terkontrol sehingga tidak merugikan masyarakat.

Oleh karena itu, Perumda Parkir akan mempererat komunikasi dengan pengelola kawasan maupun penyelenggara acara (event organizer). Koordinasi sejak dini memungkinkan persiapan pengawasan berjalan lebih matang.

“Kemarin kami baru mendapatkan informasi terkait event dari pengelola maupun pihak event organizer. Ke depan kami akan memaksimalkan koordinasi dan pendataan sehingga pengawasan parkir bisa dipersiapkan lebih maksimal,” pungkas Andi Ryan. ()


Comment