Nahkodai HLSC FH Unhas, Ariel Dylan Latief Siap Genjot Keterampilan Praktis Mahasiswa

Ariel Dylan Latief

MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM  – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) penalaran dan kajian Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin, Hasanuddin Law Study Centre (HLSC), resmi melantik pimpinan baru. Ariel Dylan Latief terpilih secara sah sebagai Ketua Umum HLSC FH Unhas untuk periode kepengurusan mendatang.

Setelah pengumuman hasil penetapan, Ariel Dylan Latief langsung menegaskan komitmen besarnya. Ia bertekad membawa HLSC menjadi wadah akademis yang semakin solid. Selain itu, ia ingin memastikan seluruh mahasiswa FH Unhas menguasai teori sekaligus praktik hukum secara mendalam di lapangan.

“HLSC hadir sebagai sarana bagi mahasiswa untuk membedah isu-isu hukum kontemporer, mulai dari hukum bisnis, konstitusi, cyber law, hingga hukum pidana dan perdata. Oleh karena itu, fokus kami tidak hanya pada aspek akademis teoritis, tetapi juga membentuk kader sarjana hukum yang berintegritas, kritis, serta memiliki daya saing tinggi,” tegas Ariel Dylan Latief pada Jumat (14/8/2026).

Mendorong Keterampilan Praktis Lewat Program Unggulan

Untuk mewujudkan visi tersebut, Ariel menjelaskan bahwa HLSC akan mengintensifkan berbagai program kerja strategis. Salah satu prioritas utama kepengurusannya adalah pelaksanaan Legal Coaching Practice (LCP). Program ini merupakan pelatihan intensif yang menghadirkan langsung praktisi hukum, advokat, dan akademisi senior.

Melalui LCP, para anggota HLSC akan memperoleh keahlian klinis hukum secara nyata. Peserta akan mempelajari langsung teknik contract drafting & review (perancangan dan penelaahan kontrak), penyusunan legal opinion, hingga tata cara penanganan sengketa bisnis serta kasus cyber law.

Selain mengandalkan LCP, HLSC juga telah merancang serangkaian program unggulan lainnya, seperti:

  • Kunjungan Lembaga (Study Visit): Mengadakan audiensi langsung ke lembaga tinggi negara, seperti Mahkamah Konstitusi RI, untuk mempelajari机制 peradilan dan hukum acara secara empiris.

  • Diskusi Publik & Dialog Kemahasiswaan: Menggelar forum kajian rutin untuk membedah kebijakan pemerintah serta rancangan regulasi terbaru.

  • Pembinaan Anggota Baru: Menguatkan internal organisasi guna membekali pengurus dan anggota baru dalam riset ilmiah dan tata kelola keorganisasian.

Sinergi Kuat dalam Ekosistem KEMA FH-UH

Sebagai bagian tak terpisahkan dari Keluarga Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin (KEMA FH-UH), Ariel sangat menekankan pentingnya kolaborasi antar-lembaga. Menurutnya, sinergi yang harmonis akan memperkuat iklim akademis di lingkungan Kampus Merah.

Tata kelola KEMA FH-UH sendiri berlandaskan konsep trias politika. Tiga Lembaga Tinggi memegang peranan utama, yaitu Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) di jalur legislatif, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) di jalur eksekutif, dan Mahkamah Keluarga Mahasiswa (MKM) di jalur yudikatif. Selain itu, ekosistem ini mendapat dukungan penuh dari berbagai UKM dan Himpunan Mahasiswa Departemen (HMD).

“HLSC berada di klaster UKM Penalaran, Kajian, dan Advokasi bersama elemen lain seperti LP2KI dan Garda Tipikor. Oleh sebab itu, kami siap berkolaborasi aktif dengan BEM, DPM, MKM, seluruh UKM seni, olahraga, pers seperti LPMH, hingga HMD di lingkungan FH Unhas. Kerja sama ini bertujuan menciptakan iklim kemahasiswaan yang lebih produktif dan berprestasi,” pungkas Ariel.

Lewat kepemimpinan baru ini, publik berharap HLSC FH Unhas terus berdiri kokoh sebagai benteng penalaran ilmiah. Langkah ini sekaligus menjadi bukti nyata komitmen Kampus Merah Unhas dalam mencetak praktisi hukum berkualitas tinggi dan berintegritas bagi Indonesia.


Comment