MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM -Takziyah hari ketujuh wafatnya ulama khariamatik anregurutta Dr KH Sanusi Baco Lc yang dipusatkan di Masjid Raya Makassar Imam Besar Masjid Istiqlal Prof KH Nasaruddin Umar, Ahad, (23/5/2021).
Kegiatan yang dihadiri ribuan jamaah ini menerapkan protokol kesehatan sangat ketat. Setiap jamaah tak boleh masuk jika tidak pakai masker. Disini juga tersedianya tempat cuci tangan bersama sabun.
Tak hanya itu, Kabag Humas Universitas Islam Makassar (UIM), dr Wachyudi Muchsin SH MKes menegaskan, jamaah yang jumlahnya cukup banyak wajib menjaga jarak.
Kata dia, langkah yang diterapkan sesuai saran Kapolda Sulsel Irjen Pol Drs Merdisyam MSi. Pasalnya, Covid-19 angkanya mulai meningkat. Khususnya di Sulsel.
“UIM sangat konsen terhadap protokol kesehatan Covid-19, termasuk membuat program KKN tematik Covid-19. Termasuk bentuk konsen UIM melawan virus corona,” pungkas Majdah.
Sementara itu, Prof KH Nasaruddin Umar mengatakan, KH Sanusi Baco merupakan suri teladan bukan hanya bagi warga Nahdlatul Ulama (NU) dan masyarakat Sulawesi Selatan, bahkan Indonesia.
“Mencetak 100 profesor waktunya singkat. Bukan sesuatu yang susah. Namun, mencetak ulama kharismatik seperti Almarhum KH Sanusi Baco butuh waktu lama,” ujar Prof Nasaruddin membenarkan apa yang juga disampaikan Prof. DR. KH. Quraish Shihab MA.
Kata dia, almarhum KH Sanusi Baco secara biologis telah meninggalkan semua orang.
“Namun, tetap hidup dengan keabadian bersemayang di seluruh masyarakat, murid, sahabat, anak, keluarga yang mengamalkan ilmu agama yang diajarkan almarhum KH Sanusi Baco,” ujar KH Nasaruddin. (*)
Comment