
MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Aktivis Mahasiswa (HAM), melakukan aksi demo terkait pembangunan RS Hermina di Jalan Toddopuli Raya Timur yang diduga tak melibatkan warga sekitar dalam pembangunan rumah sehat tersebut.
Selain itu, pendemo dari mahasiswa ini mensinyalir, pihak RS Hermina melakukan pemalsuan data-data terkait persetujuan dan sosialisasi kepada warga sekitar. Yang pada kenyataannya menurut pendemo, pihak RS Hermina telah memberikan keterangan palsu kepada pihak terkait agar dimudahkan dalam mendapatkan izin-izin sehubungan dengan pembangunannya.
Untuk itu, dari petikan aksi demonstrasi kali ini, Jenderal Lapangan HAM Sulsel, Dedi Jalarambang mengungkapkan, setelah melakukan monitoring ke para warga sekitar, RS Hermina banyak melakukan kesalahan prosedur. Terlebih kata Dedi, pihak RS Hermina warga tak pernah mendapat sosialisasi dampak lingkungan yang diakibatkan oleh pembangunan rumah sakit ini.
Lebih lanjutnya, Dedi mengungkapkan, pihak terkait tidak mempertimbangkan dampak dari pembangunan tersebut. Sebab kata dia, sama halnya dengan pembangunan yang dibangun di kawasan padat penduduk yang mengancam ketentraman masyarakat sekitar.
Lebih jelasnya, Dedi mengungkapkan, sejak dimulainya pembangunan RS Hermina pada awal November 2015 lalu. Warga sudah memberikan penolakan terhadap pendirian rumah sakit ini. Namun kenyataannya, RS Hermina Makassar tetap saja didirikan.
“Dari hasil monitoring Himpunan Aktivis Mahasiswa Sulsel beserta laporan warga setempat, kami menemukan banyak kejanggalan terkait pembangunan rumah sakit ini,” tegas Dedi dalam orasinya. Kamis, (03/11/2016)
Mahasiswa dari HAM juga meminta kepada pihak terkait, agar RS Hermina tidak diberikan izin operasi sebelum pengkajiannya tidak didasari dengan Peraturan Daerah yang berlaku saat ini.
Tak hanya itu saja, mereka juga berharap Pemkot Makassar menahan semua kelengkapan surat izin RS Hermina yang diduga sarat dengan keterangan palsu dari beberapa pihak khususnya para warga.
Tuntun mahasiswa yang melakukan demonstrasi depan RS Hermina Jalan Toddopuli Raya Timur. Pertama sebelum melakukan perencanaan pembangunan tidak pernah dilakukan sosialisasi mengenai Amdal.
Dalam laporan persetujuan dan sosialisasi pembangunan terdapat bukan warga setempat yang terlibat langsung. Terdapat keterangan lurah setempat yang di tulis tangan dan tidak bernomor dan berat emper resmi.
Selain itu, pihak RS tidak pernah uji publik persoalan Amdalnya baik sosialisasi pandangan pakar dan media. Limbah RS sangat berbahaya dan tidak jelas penanganannya. Pihak investor tidak pernah melakukan kontak lansung dengan warga setempat.
Dari pantauan dilokasi, aksi demo mahasiswa HAM Sulsel ini mendapat pengawalan ketat dari pihak Polsek Manggala dan pihak keamanan RS Hermina gara bertujuan aksi kali ini berlangsung dengan damai dan kondusif.(Dan)
Comment