MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Capaian serapan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di Sulawesi Selatan memicu sorotan tajam dari kalangan legislatif. Pasalnya, realisasi anggaran tersebut baru menyentuh angka 56 persen, sebuah persentase yang dianggap sangat rendah mengingat tahun anggaran terus berjalan.
Anggota Komisi E DPRD Sulsel, Yeni Rahman, menilai kondisi ini menunjukkan adanya masalah serius pada internal pemerintahan. Ia menyebut bahwa Dinas Pendidikan (Disdik) Sulsel memiliki perencanaan yang lemah sehingga penggunaan anggaran tidak berjalan maksimal.
Perencanaan Disdik Jadi Akar Masalah
Yeni Rahman mengungkapkan kekecewaannya karena anggaran yang seharusnya mendukung operasional sekolah justru mengendap. Menurutnya, kegagalan dalam menyerap anggaran secara optimal berdampak langsung pada kualitas pendidikan di daerah.
“Serapan yang hanya 56 persen ini menjadi bukti nyata bahwa perencanaan di Dinas Pendidikan masih sangat lemah. Oleh karena itu, kami menuntut evaluasi total agar masalah serupa tidak terulang,” tegas Yeni saat memberikan keterangan.
Dampak Buruk bagi Operasional Sekolah
Selain mengkritik perencanaan, legislator dari fraksi PKS ini juga menyoroti hambatan teknis yang dialami pihak sekolah. Akibatnya, banyak kepala sekolah merasa kesulitan mengelola program karena ketidakjelasan arahan dan regulasi dari tingkat provinsi.
Selanjutnya, ia menjelaskan bahwa dana BOS sangat krusial untuk memenuhi kebutuhan dasar siswa dan tenaga pendidik. Jika serapan anggaran terus melambat, maka fasilitas belajar mengajar di berbagai wilayah Sulawesi Selatan terancam tidak terurus dengan baik.
Mendesak Evaluasi Menyeluruh
Melihat kondisi tersebut, DPRD Sulsel mendesak Pemerintah Provinsi untuk segera melakukan intervensi. Pemprov Sulsel harus memastikan jajaran Dinas Pendidikan bekerja lebih profesional dan responsif terhadap kendala di lapangan.
Dengan demikian, anggaran pendidikan yang sudah tersedia dapat segera tersalurkan demi kepentingan siswa. Sinergi antara perencanaan yang matang dan eksekusi yang cepat menjadi kunci agar dunia pendidikan di Sulawesi Selatan tetap kompetitif dan berkualitas di masa depan.
Comment