MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM — Sebanyak 21 pengurus Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) Pesantren Wihdatul Ulum (PWU) YW UMI mengikuti pelatihan pengembangan kapasitas di Desa Bontokassi, Kecamatan Parangloe. Pembukaan kegiatan yang berfokus pada literasi media, berpikir kritis, jurnalistik, dan kepemimpinan berakhlak ini berlangsung pada Sabtu (5/9/2026) malam.
Ketua Komite PWU, Bohari, menegaskan pentingnya penguatan karakter serta keterampilan komunikasi bagi para pengurus OSIS di era digital.
“Akhlak adalah fondasi utama. Melalui pelatihan ini, pengurus OSIS tidak hanya belajar berorganisasi, tetapi juga membangun karakter, kepercayaan diri, dan keberanian menyampaikan gagasan positif,” tegas Bohari dalam sambutannya.
Pada kesempatan yang sama, Pembina OSIS PWU, Nurlaila, menyoroti posisi strategis pengurus OSIS sebagai teladan di lingkungan sekolah maupun media sosial.
“Jabatan di OSIS adalah amanah keteladanan. Di era digital, pengurus harus mampu menyaring informasi sebelum membagikannya dan menjadi teladan dalam menjaga etika bertutur kata,” ujar Nurlaila.
Gunakan Metode Interaktif dan Praktik Jurnalistik
Pendik sekaligus praktisi media, Hendra, S.Pd., memandu pelatihan ini dengan mengusung konsep pembelajaran aktif. Ia menerapkan metode rotation learning, diskusi kelompok, simulasi, hingga permainan edukatif.
Selain itu, para peserta membedah empat pilar utama sepanjang pelatihan:
-
Cerdas Bermedia: Menyiapkan strategi menangkal hoaks dan menjaga etika di media sosial.
-
Kritis Berpikir: Mengasah ketajaman analisis terhadap derasnya arus informasi.
-
Dunia Jurnalistik: Menguasai teknik dasar 5W+1H, wawancara, serta penulisan berita.
-
Akhlak & Kepemimpinan OSIS: Memperkuat integritas dan tata kelola organisasi.
Para peserta pun menyambut kegiatan ini dengan antusias. Salah satu pengurus OSIS PWU, Cahya Wulandari, mengaku mendapatkan perspektif baru dalam memanfaatkan media sosial secara produktif.
“Kegiatannya sangat seru dan interaktif. Kami tidak cuma mendengarkan materi, tetapi langsung praktik berdiskusi dan menyelesaikan studi kasus. Ini sangat berguna untuk tugas kami di OSIS maupun kehidupan sehari-hari,” ungkap Cahya.
Melalui agenda ini, pengurus OSIS PWU siap melahirkan karya-karya jurnalistik positif sekaligus menjadi pelopor penggunaan media secara bijak di kalangan pelajar. (*)
Comment