Ahadri (Warga Makassar)

Aksi brutal begal di kota Angin Mamiri ini semakin merajalela, sudah banyak menelan korban, baik kerugian harta benda maupun meninggal dunia. Kasus ini banyak terjadi di malam hari di daerah-daerah yang rawan. Begal ini biasanya menodong korban menggunakan busur panah dan parang. Aksi begal dalam beberapa kejadian yang tak kenal ampun.
Pelaku begal biasanya berusia dibawah umur dan masih dalam jenjang sekolah menengah. Faktor yang menyebabkan aksi begal karena broken home, pengaruh obat-obatan terlarang dan akibat pergaulan bebas.
“Sebagai pendatang di Makassar yang tujuannya melanjutkan pendidikan merasa sebelumnya akan nyaman berada di kota ini, namun ternyata terusik dengan adanya begal yang beraksi tidak hanya di malam hari dan tidak memandang melukai perempuan dan laki-laki tua maupun muda”, ujar Mutmainnah (21), salah seorang mahasiswa UMI Makassar, Selasa (20/10/2015).
Banyak netizen dan pemerintah kota Makassar memakai simbol (#Makassar Tidak Aman, #Makassar Harus Aman) hal ini dilakukan agar ada aksi dukungan pemerintah dan aparat kepolisian untuk menanggulangi para bega, tetapi pemerintah harus segera menggerakkan aparat keamanan dan seluruh pihak terkait agar masyarakat merasa aman dan tidak hanya hastag simbol belaka.
Selaku mahasiswa, kata Mutmainnah, pemerintah dan aparat keamanan dan seluruh pihak terkait agar bisa bergerak cepat. “Kami merasa tidak aman di daerah ini, ancaman beringasnya begal selalu mengintai kami,” ujar Mutmainnah.
Comment