
PINRANG, BERITA-SULSEL.COM – Kepala Balai Karantina Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Makassar, Drs. Widodo memaparkan hasil pematauan hama dan peranykit ikan di sejumlah sentra budidaya udang di Kabupaten Pinrang.
Daerah yang dipantau dan ditemukan sejumlah udang vaname terserang penyakit WSSV (White Spot Sindrome Virus) adalah Kecamatan Suppa dan Duampanua. Hal tersebut disampaikan Widodo pada acara Diseminasi Hasil Pemantauan Hama dan Penaykit Ikan Karantina di kelompok Pokdakan Samaturue, Desa Wiringtasi, Kecamatan Suppa, Sabtu, (26/12/2015).
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Bidang Budidaya Dinas Perikanan Pinrang, Ir. Nurdin, Pimpinan PT Esaputli Kabupaten Barru Ir. Ishak dan diikuti 50 orang pembudidaya dan penyuluh perikanan dari kecamatan Duampanua, Mattirosompe, Cempa, Lanrisang, Suppa dan dari perwakilan Dinas Perikanan Kabupaten Luwu Timur.
“Tingkat serangan penyakit udang di Pinrang dari tahun ke tahun terus menurun berkat kerjasama yang baik antara kami dengan pokdakan dan penyuluh perikanan di lapangan dalam melakukan pemantauan secara berkala,” ungkap Widodo.
Dikatakan Widodo, kegiatan pemantauan hama dan penyakit ikan di kabupaten Pinrang dan kabupaten Luwu timur dilaksanakan dua kali setahun yakni pada musim kemarau dan pada musim hujan.
“Hasil pemantauan tersebut didiseminasikan pada tingkat kabupaten, tingkat provinsi dan tingkat nasional pada setiap akhir tahun. Jenis penyakit yang menjadi target pemantauan adalah penyakit yang bisa menyerang udang windu dan udang vaname yakni penyakit WSSV, TSV, IMNV dan EMS.Selain di Pinrang kami juga melakukan pemantauan di sentra budidaya udang di kabupaten Luwu timur, Takalar, Jeneponto, Bulukumba, Sinjai, Barru, Pangkep dan Maros.
Sekedar diketahui pemantauan di kabupaten Pinrang khusus dilaksanakan di kecamatan Suppa dan kecamatan Duampanua. Dipilihnya kedua lokasi tersebut karena kedua daerah tersebut merupakan daerah rawan penyebaran penyakit udang dan merupakan daerah pemantauan pada tahun sebelumnya.
Selain pemantauan secara aktif yang dilakukan oleh petugas lapangan BKIPM Makassar juga ada pemantauan passif yang dilakukan oleh penyuluh, petani tambak dan masyarakat perikanan lainnya yang terlibat dalam kegiatan budidaya perikanan di daerah. “Kami mengharapkan kepada petani tambak, penyuluh dan petugas teknis dari dinas perikanan untuk membantu melaporkan jika menemukan ada gejala penyakit atau menemukan ada udang mati secara tidak wajar sebelum waktunya untuk dipanen, agar kami bisa melakukan tindakan secepatnya,” harap Widodo.
Seperti hasil pemantauan tahun 2015 yang dilaporkan oleh petugas lapangan BKIPM Makassar diketahui kalau kematian massal udang vaname milik H. Hamsi di desa Tasiwalie kecamatan Suppa, Udang vaname milik Bakri di kelurahan Tellumpanua kecamatan Suppa dan udang vaname milik Andi Syarifuddin di kelurahan Data kecamatan Duampanua disebabkan oleh penyakit WSSV.
Untuk mencegah agar tidak terjadi serangan penyakit udang terutama yang disebabkan oleh Virus maka Widodo menyarankan kepada petani tambak untuk melakukan persiapan tambak dengan baik sebelum melakukan penebaran benur.
Selain itu Widodo juga menyarankan untuk menebar benur yang telah diuji kesehatannya dan dinyakan bebas virus oleh petugas dinas Perikanan. Pinrang.(Yus)
Baca Juga
Sopir Angkutan Barang Keluhkan Pungli Dishub Pinrang
DKP Bone Gelar Temu Teknis Produk Non Konsumsi
DKP Bone Dapat Bantuan Pengelolaan Tambak Irigasi Partisipatif
Comment