Dewan Sebut Makassar Gagal Jadi Kota Layak Anak

MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Anggota Komisi D Bidang Kesejahteraan Masyarakat (Kesra) DPRD Kota Makassar, Sampara Sarif menyebut prestasi pemerintah menjadi Makassar sebagai kota layak anak gagal.

Pasalnya, kekerasan anak yang dialami tiga bersaudara yang disekap ibu angkatnya bernama Meilania Detaly Dasilva alias Mey (31) disalah satu Ruko di Jalan Mirah Seruni, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar menjadi tambaran dan bukti kekerasan anak masih terjadi.

Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini menyebutkan, Kota Makassar sudah dinobatkkan sebagai Kota Layak Anak (KLA). Namun, kekerasan kepada anak masih terjadi.

“Kami telah memberikan anggaran sebagai bentuk dukungan optimalisasi program perlindungan anak. Namun, kekerasan tetap terjadi. Kami berharap, KLA jangan hanya sekedar slogan saja,” jelasnya, Rabu (19/9/2018).

Hal senada disampaikan anggota Komisi D DPRD Makassar, Basdir yang menyayangkan kejadian kekerasan terhadap anak terjadi di Makassar.

Politisi Demokrat ini pun menyoroti belum maksimalnya sosialisasi dan kinerja Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan aanak (DP3A).

Kata Basdir, anggaran sosialisasi pencegahan kekerasan terhadap anak di DPPA Kota Makassar cukup besar. Namun, tidak membuahkan hasil yang nyata.

“Selama ini kami di DPRD Makassar selalu membantu dalam penganggarannya terkait perlindungan terhadap anak dan perempuan. Tapi tidak ada hasilnya kami lihat. Dinas terkait harus melakukan evaluasi terhadap kinerjanya,” tegasnya. (*)


Comment