BONE, BERITA-SULSEL.COM — Sempat terlibat konflik dengan beberapa temannya, Wakil Kepala Sekolah SUPM Bone, Alwi Mulato, menduga kasus aniaya terhadap siswanya, Rivaldi, dilakukan oleh orang dalam.
Ditemui di ruangannya, Selasa (8/1/19) siang, Alwi menceritakan kronologis kejadian pengeroyokan yang pernah dialami Rivaldi sebelumnya.
“Pernah dikeroyok tiga temannya, Sahrul, A Ayyub, dan Mufli, waktu itu korban juga luka di bagian belakang. Hasil rapat Sahrul di skorsing karena sebelumnya sudah pernah buat masalah, temannya yang dua orang tetap di asrama” jelas Alwi.
Disebut Alwi, siswanya yang bernama Sahrul sering memalak teman-temannya dan bertingkah layaknya preman. Sahrul di skorsing selama satu tahun terhitung sejak 2 Januari lalu. Namun, tepat pada malam kejadian Sahrul diduga masuk ke sekolah.
“Sudah dua kali masuk kesini padahal di skorsing, kata teman-temannya sebelum kejadian memang dia datang” tambah Alwi.
Sebelumnya Sahrul juga diketahui pernah mengeluarkan ancaman akan berbuat hal buruk terhadap Rivaldi jika dirinya dikelurkan dari sekolah. Alwi pun membenarkan adanya ancaman tersebut yang disampaikan langsung oleh bapak Sahrul kepadanya.
“Saya berharap pelaku segera ditemukan dan ditangkap karena siswa saya juga trauma, takut dengan adanya kejadian ini” ujar Alwi.
Dia juga menegaskan, jika seandainya benar Sahrul terlibat dalam aksi penganiayaan ini dan dijerat pidana, maka pihak sekolah akan mengeluarkannya.
“Ada aturan jelas di sekolah ini, siapapun yang terlibat hukum pidana akan dikeluarkan” tegasnya.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Bone, Iptu Pahrun, mengaku belum mengantongi nama siapapun sebagai terduga pelaku.
“Anggota resmob masih sementara mencari, nama terduga pelakunya belum ada, masih proses pengembangan” singkat Pahrun. (eka)
Comment