Ditanya Soal Pajak, Staf Hotel Novena Bone “Soroti Saja Jalan Berlubang”

BONE, BERITA-SULSEL.COM – Banyaknya Wajib Pajak (WP) di Kabupaten Bone rupanya belum bisa mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD). Menurut pengakuan Sekertaris Badan Pendapatan Daerah (BAPENDA), Andi Alimuddin, hal itu dipicu karena masih banyak WP yang “nakal”.

Khusus di Kabupaten Bone, yang bisa dijadikan contoh taat pajak, menurut Alimuddin, yakni KFC, Hotel Helios dan Kopitiam.

Untuk itu, penggunaan tapping box akan secepatnya direalisasikan guna transparansi pajak dan mencegah manipulasi pendapatan hasil usaha para Wajib Pajak.

“Selama ini kan masih tradisional semua, mereka self assessment atau menghitung sendiri, bayar sendiri, setor sendiri pajaknya jadi nanti kalau ada tapping box otomatis ketahuan berapa penghasilannya” terang Alimuddin.

Sebagai contoh perbedaan yang mencolok adalah setoran pajak Hotel Helios dengan Hotel Novena yang sama-sama bertaraf bintang 3. Hotel Helios pada 2018 lalu menyetor pajak hampir mencapai Rp 400 juta setahun, sedangkan Hotel Novena hanya dikisaran Rp 100 juta.

Saat mencoba konfirmasi tentang nilai pajak yang dikeluarkan oleh Hotel Novena, Book Keeper (pemegang pembukuan) Novena, Fahri Gaffar, yang dihubungi melalui pesan WhatsApp, mendadak berang.

“Tinggi ataupun rendah apa itu mengganggu, ke hotel tanyakan. Saya tidak bisa kasih info kepada orang yang saya tidak kenal. Usulan saya, soroti saja jalan-jalan yang berlubang di Bone, itu lebih afdal” tulisnya.

Untuk diketahui, tapping box sudah digunakan di beberapa daerah sejak akhir 2017 lalu, salah satunya Kota Magelang. Alat tapping box akan terhubung langsung dengan kasir sehingga memudahkan pemerintah memantau pendapatan usaha tiap Wajib Pajak. (eka)


Comment