
SINJAI, BERITA-SULSEL.COM – Bupati Kabupaten Sinjai, Sabiri Yahya menyebut wartawan atau jurnalis adalah prvokator. Ia menilai jurnalis sengaja membenturkan dirinya dengan kepala desa terkait dengan pemberitaan mengenai carut marut kesalahan data masyarakat miskin.
“Wartawan itu provokator, kenapa ada beritanya yang seakan-akan saya mau dibenturkan dengan kepala desa soal jumlah warga miskin yang ada di Sinjai,” ujar Sabirin dihadapan jurnalis di lobi kantor DPRD Sinjai,” ujarnya, Jumat (1/7/2016).
Menangapi hal tersebut, wakil ketua Jurnalis Peduli Sinjai (JPS), Lukman Sardy menilai, tak selayaknya Bupati Sinjai menyebut wartawan sebagai provokator. Menurutnya, jurnalis adalah mitra semua pihak, termasuk pemerintah daerah sehingga setiap pemberitaan harus sesuai fakta, hal ini diperkuat dengan ckrostek dan ricer atau mengklarifikasi data yang ada kepada narasumber.
Kata dia, berita soal jumlag warga miskin di Sinjai sudah sangat berimbang. Wartawan juga memberikan ruang kepada pemerintah untuk menggunakan hak jawabnya. Jika data yang ditulis itu salah, maka Pemda Sinjai harus memberikan klarifikasi. Bukan menyebut wartawan sebagai provokator.
“Kami minta Bupati Sinjai segera mengklarifikasi berita mana yang dianggap membenturkan dan tidak mendasar, kalau tidak bisa ditunjukkan maka kami meminta bupati untuk mencabut pernyataannya dengan cara meminta maaf secara terbuka,” ujar Lukman. (ilhe)
Baca Juga
Foto. Danrem 141/TP Sahur Bersama di Makodim 1424 Sinjai
Kemenang Sinjai Buka Puasa Bersama Anak Yatim
Hippmas Sinjai Gelar Lomba Akustik Islami Ramadhan
Comment