
MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Sebelum meninggalkan kediamannya di Jl Amirullah Makassar, Senin (28/3/2016), langkah Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan ‘Danny’ Pomanto terhenti sejenak.
Pemandangan tak lazim ia temukan di sisi ruas jalan tak jauh dari tempat tinggalnya. Ada bocah perempuan sedang asyik menikmati santap siang di pinggir jalan.
Hanya bermodalkan nasi dan lauk ala kadarnya, sang bocah lahap menyantap makanan tanpa peduli dengan kondisi sekitarnya.
Dilla (10) mungkin tak seberuntung anak sesusianya. Dia harus merelakan waktu bermainnya dengan membantu keluarganya menjual kue keliling.
Meski berjulan, Dilla mengaku tetap menjalankan aktivitasnya di sekolah. Danny menghampiri bocah perempuan penjaja kue itu dan berupaya untuk membujuknya agar ikut makan bersamanya di salah satu restoran yang ada di ruas jalan itu.
“Kenapa makan di sini nak,” ujar Danny sambil memegang Dilla.
Dilla yang nampak terkejut berushaa menjawab pertanyaan orang nomor 1 di Makassar itu. “Saya tidak bisa pulang pak kalau jualan saya tidak laku semua. Pemilik kuenya marah kalau tidak laku,” ungkap Dilla kepada Danny.
Dilla mengungkapkan, dirinya terpaksa menjajakan kue untuk ikut menopang perekonomian keluarga, mengingat sang ayah hanya bekerja sebagai buruh kasar di pelabuhan.
“Kita tidak bisa biarkan ada anak-anak dalam kondisi begini. Saya mau anak ini didata, jangan sampai anak ini ada yang ekspolitasi,” kata Danny. (*)
Comment