Tomy Satria Ajak Pemuda di Bulukumba untuk Menulis

Tomy Satria Ajak Pemuda di Bulukumba untuk Menulis

BULUKUMBA, BERITA-SULSEL.COM – Orang nomor dua di pemerintahan daerah Bulukumba Tomy Satria Yulianto hadir dalam kegiatan pembukaan literasi TOWR (Training of Writer and Recruitment) yang diselenggarakan Forum Lingkar Pena (FLP) dengan menggandeng IMM dan Pemuda Muhammadiyah Bulukumba.

Ketua FLP Sulawesi Selatan, Fakhruddin Ahmad mengatakan, kegiatan yang dilakukan pihaknya adalah proyek literasi, dirinya menjamin selama pelatihan peserta akan ketagihan dan jatuh cinta pada dunia literasi.

Baca Juga : Puskesmas Bontonyeleng Gantarang Bulukumba Kini Layani Pasien Rawat Inap

“Kalau sudah jatuh cinta, berapa pun uang panaiknya akan tetap ditebus,” kata Fakhruddin meyakinkan, Sabtu (25/2/2017).

Fakhruddin juga menantang Wakil Bupati Bulukumba Tomy Satria untuk menulis essai, bukan hanya tulisan pengantar untuk sebuah buku, tapi isinya juga ada tulisan dari Tomy Satria.

Baca Juga : Toyota Motor Jepang Bantu Pemda Bulukumba Kendaraan Siaga Bencana

“Saya mengajak semua termasuk pak Wabup untuk selalu menulis, tulislah apa yang menjadi pemikiranmu, ukurannya 1000 sampai 5000 kata itu sudah cukup untuk dipublikasi,” kata Fakhruddin di hadapan peserta pelatihan.

Mendapat tantangan tersebut, Tomy mengaku merindukan forum seperti itu hadir di Panrita Lopi, dan berharap kedepan lebih banyak lagi yang menjadi penggiat literasi.

Tomy Satria Ajak Pemuda di Bulukumba untuk Menulis

Kata Tomy, setiap tahun dihari jadi selalu disuguhi sejarah Bulukumba dengan kata “konon” berasal dari dua kata Buluku dan Mupa. Itu terjadi karena peradaban lebih banyak oral daripada tulisan, sehingga sampai sekarang perdebatan dan diskusi tentang awal terbentuknya wilayah Bulukumba masih terus berlangsung.

Baca Juga : Wabup Bulukumba dan Wakapolres Komitmen Berantas Pungli

Menurutnya, dalam kontes kekinian, tidak ada alasan untuk tidak menuliskan ide dan gagasan, termasuk catatan-catatan perjalanan, karena wadah untuk menulis itu sudah terbuka lebar.

“Lepaskan kegelisahan itu dengan menulis, rangkailah kata menjadi kalimat terhadap gagasan dan idemu,” ujar Tomy memberi semangat kepada peserta.

Pada kesempatan itu Tomy menyebarkan virus untuk menjadi penulis harus memiliki hasrat yang kuat, momentum seperti pelatihan tersebut harus ditangkap. Jangan karena keterpaksaan saja ikut forum tersebut, tapi itu harus menjadi kesenangan pribadi. (erwin)


Comment