BONE, BERITA-SULSEL.COM — Kekesalan warga Desa Lamuru memuncak hingga berujung rencana demo ke Puskesmas Lamurukung, namun mampu dimediasi oleh pihak kepolisian, babinsa bersama pemerintah setempat hingga bisa duduk bersama di Kantor Desa, Senin (7/9/20).
Satu persatu tokoh masyarakat menyampaikan keluhan terkait pelayanan Puskesmas yang seolah tidak lagi mengutamakan kepedulian terhadap sesama. Warga seringkali ditolak saat datang ke Puskesmas dengan berbagai alasan sehingga merasa dipaksa untuk berobat ke klinik milik Kepala Puskesmas Lamurukung, Ibrahim.
“Kami tidak puas dan tidak menginginkan Kepala Puskesmas berada di Lamuru, silahkan pak Desa memilih, pilih warga banyak atau pilih satu orang” tegas Acca, salah seorang warga yang geram dengan pelayanan buruk Puskesmas Lamurukung.
Kepala Desa Lamuru, Andi Wendy Wardana, menenangkan emosi warga dan mengaku paham dengan keluhan warga saat ini. Namun, jika harus ikut campur dalam mutasi Kepala Puskesmas, Wendy mengaku itu diluar kewenangannya.
“Masalah mutasi bukan kewenangan Desa, itu Bupati” ujarnya.
Tak ingin bawahannya dipojokkan, Plt Kepala Dinas Kesehatan, Andi Khasma Padjalangi, tiba-tiba datang dan hadir ditengah warga dan menegaskan kalau selama ini masyarakatlah yang tidak paham kewajibannya, hanya selalu menuntut hak.
“Dia kira puskesmas itu hanya untuk mengobati padahal banyak tugas lainnya, seperti pencegahan, imunisasi, UKS, kesehatan jamaah haji. Tidak mungkin juga perawat 24 jam tinggal di puskesmas, siapa yang mau gaji, bisa kan ke puskesmas lain seperti di puskesmas Tokaseng” terang Khasma.
Khasma juga mengatakan kalau Ibrahim punya dedikasi yang bagus dan baginya semua Puskesmas sama, tidak ada yang jadi anak manis seperti anggapan warga selama ini. Khasma tak ingin desakan warga ini jadi alasan mutasi Ibrahim dan menurutnya meski semua Puskesmas ditutup juga tak merugikan dirinya.
“Kita akan lakukan mutasi sesuai Baperjakat, bukan karena mendengarkan satu pihak saja. Saya pribadi tidak ada masalah, kalaupun semua puskesmas ditutup, gaji saya tetap jalan” kilahnya.
Tetap menolak keberadaan Ibrahim sebagai Kepala Puskesmas Lamurukung, para tokoh masyarakat berencana membuat petisi dengan mengumpulkan tandatangan warga Desa Lamuru dan 6 desa lainnya yang tidak puas terhadap pelayanan Puskesmas Lamurukung. (eka)
Comment