Parpol Belum Usung Nama di Pilkada, Emrus Sihombing: Tak Ada Makan Siang Gratis

Emrus Sihombing

Emrus Sihombing

BONE, BERITA-SULSEL.COM – Situasi politik jelang Pilkada, November 2024, masih terlihat tenang. Banyak figur Calon Kepala Daerah yang belum mengetahui kejelasan nasibnya, apakah akan dapat rekomendasi partai atau tidak.

Pengamat politik, Emrus Sihombing, yang dihubungi via WhatsApp, Rabu (24/7/24) sore, mengatakan dalam kondisi sekarang adalah hal wajar jika partai belum menentukan sikap walau pemilihan kepala daerah semakin dekat.

Baca Juga 

Peringatan Hari Bhakti Adhyaksa ke – 64, Danyon Bone Titip Pesan

“Pulang Tak Harus Rumah” Tayang di Planet Cinema Bone, Film Keluarga Sarat Edukasi

Aktivis Bone Soroti Calon Bupati Sibuk Cari Partai, Miskin Gagasan

“Biasanya ada aktor-aktor tertentu yang punya power untuk menentukan kondisi politik termasuk penentuan calon. Mengapa belum ditentukan calon padahal pemilu semakin dekat karena memang lebih cenderung pada pragmatis dan transaksional,” ujar Emrus.

Pengamat politik yang juga seorang akademisi dan pakar komunikasi ini menambahkan bahwa akan sulit menemukan titik temu siapa dipasangkan dengan siapa dan partai mana berkoalisi dengan partai mana, jika penilaiannya pragmatis dan transaksional, beda kalau atas dasar ideologis.

“Cilakanya di Indonesia baik di pusat maupun di daerah, sangat ditentukan oleh transaksional dan pragmatis di belakang panggung. Biasanya kalau dasarnya transaksional, saya melakukan apa saya dapat apa, jadi tidak pada orientasi kesejahteraan rakyat, itu hanya pengikut bukan tujuan utama”, beber Emrus.

Ketika ditanya apakah setiap figur yang diusung Partai Gerindra sebagai partai Presiden terpilih, pasti akan menang, Emrus mengatakan kalau itu bukan jaminan.

“Tidak ada jaminan, tapi jika ada yang berpendapat ya sah-sah saja,” singkatnya.

Isu partai belum merekomendasikan figur baik untuk Pilgub maupun Pilbup karena menunggu mahar tertinggi, membuat pria kelahiran Aceh ini tertawa. Menurutnya, pernyataan partai bahwa mereka tidak meminta mahar, sangat diragukan.

“Jadi mereka selalu bilang tidak ada mahar, ya itu hanya mereka dan Tuhan yang tau, yang pasti dalam konteks politik tidak ada makan siang gratis. Kepentingan itu selalu ada, entah untuk proyek atau apa. Kalau dikatakan tanpa mahar, kita meragukan, bisa saja nanti setelah menjabat baru diberikan,” tutupnya. (eka)


Comment