MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Ketua Komisi B DPRD Makassar, Ismail, menyoroti realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Makassar. Meskipun trennya positif, ia menekankan perlunya strategi pengawasan dan optimalisasi pajak agar target APBD 2025 sebesar Rp2,1 triliun bisa tercapai.
Dalam Rapat Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS), Ismail mencatat bahwa realisasi pajak hingga saat ini sudah mencapai Rp940 miliar, sementara total PAD berada di angka Rp1,14 triliun. Angka ini diungkapkan oleh Plt Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Makassar, Andi Asminullah.
“Ini kan finalisasi dari rapat Badan Anggaran, jadi kami di Komisi B melihat secara jeli berapa target yang bisa terealisasi dengan baik,” kata Ismail, Rabu (20/08).
Meskipun Plt Bapenda masih baru menjabat, Ismail menilai capaian awal cukup menggembirakan. Ia menyebut ada sedikit penurunan pada sektor pajak hotel, namun kini kondisinya sudah kembali membaik.
Strategi Optimalisasi Pajak
Ismail menegaskan, target PAD di APBD Perubahan 2025 tidak akan berubah. “Kalau bisa melampaui target, kenapa tidak. Yang penting realisasi bisa optimal,” ujarnya.
Untuk mencapai target tersebut, ia menyoroti sektor pajak yang perlu dimaksimalkan, terutama dari kafe, restoran, dan warung kopi. Menurutnya, banyak usaha yang sebelumnya berbasis rumah penduduk kini dialihfungsikan menjadi usaha publik, sehingga penertiban pajak perlu ditingkatkan.
“Sekarang banyak penertiban reklame yang belum membayar pajak dan sudah tidak terpakai lagi. Ke depan ini akan diporsi agar target PAD Kota Makassar bisa berjalan dengan baik,” jelas Ismail.
Strategi penertiban ini, lanjutnya, menjadi kunci agar PAD tidak hanya tercapai secara kuantitatif, tetapi juga berkelanjutan. Dengan optimalisasi pajak di berbagai sektor seperti Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), restoran, kafe, dan warung kopi, Ismail optimistis target Rp2,1 triliun di 2025 bisa terwujud.
Comment