Sukses Tangani Anak Tidak Sekolah, Gubernur Sulsel Tampil Bareng 4 Menteri di Forum Nasional

Sukses Tangani Anak Tidak Sekolah, Gubernur Sulsel Tampil Bareng 4 Menteri di Forum Nasional

JAKARTA, BERITA-SULSEL.COM — Provinsi Sulawesi Selatan kembali mengukir prestasi gemilang di panggung nasional. Pemerintah pusat secara khusus menunjuk Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, sebagai satu-satunya kepala daerah di Indonesia untuk menjadi pembicara dalam forum strategis nasional di Jakarta, Rabu (3/6/2026).

Acara tersebut bertepatan dengan peluncuran Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 3 Tahun 2026 tentang Pencegahan dan Penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS). Kepercayaan besar ini hadir karena pemerintah pusat menilai Pemprov Sulsel sukses melahirkan berbagai terobosan efektif dalam menekan angka anak putus sekolah.

Di hadapan para tokoh penting negara, Andi Sudirman memaparkan perjalanan sukses Sulsel dalam menghadirkan akses pendidikan yang inklusif.

Para pejabat negara yang hadir antara lain Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy, Menteri Agama Nasaruddin Umar, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti, Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno, serta Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto.

Inovasi ‘PASTI BERAKSI’ Jadi Contoh Nasional

Dalam paparannya, Andi Sudirman menegaskan bahwa penanganan ATS bukan sekadar program dinas pendidikan biasa, melainkan investasi besar untuk masa depan sumber daya manusia.

“Pemprov Sulsel memilih pendekatan kolaboratif yang melibatkan seluruh elemen, mulai dari pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, organisasi masyarakat, hingga mitra pembangunan internasional,” jelas Andi Sudirman.

Salah satu senjata utama Sulsel adalah program inovatif bernama PASTI BERAKSI (Penanganan Anak Tidak Sekolah Berbasis Aksi Kolaborasi) yang meluncur sejak Juli 2022. Berkat konsistensi program ini, Sulawesi Selatan sukses menyabet penghargaan bergengsi SDG’s Action Award 2024.

Selanjutnya, Pemprov Sulsel memperkuat keseriusan ini melalui payung hukum yang kokoh. Langkah tersebut meliputi penerbitan Peraturan Daerah hingga Rencana Aksi Daerah Pencegahan dan Penanganan ATS Tahun 2025-2029.

Untuk mendukung regulasi tersebut, pemerintah daerah menjalankan berbagai program pendukung secara berkelanjutan. Program-program itu mencakup layanan pendidikan formal dan nonformal, beasiswa, perlengkapan sekolah gratis, hingga sistem pembelajaran digital melalui Smart School.

Berhasil Kembalikan Puluhan Ribu Anak ke Bangku Sekolah

Berkat kerja keras tersebut, data lapangan menunjukkan hasil yang sangat nyata. Provinsi Sulsel berhasil menekan persentase Anak Tidak Sekolah usia 7–18 tahun dari 8,51 persen pada tahun 2020 menjadi 6,37 persen pada tahun 2025.

Bahkan, hingga 31 Agustus 2025, kolaborasi Pemprov Sulsel dan para pemangku kepentingan berhasil mengembalikan 28.702 anak usia 7-18 tahun serta 13.332 anak usia 19-24 tahun ke fasilitas pendidikan.

Capaian fantastis ini sontak mendapat pujian dan apresiasi tinggi dari Kementerian PPN/Bappenas. Pihak kementerian menilai langkah Gubernur Sulsel sangat progresif dalam menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat.

“Makanya kami mengundang Gubernur Sulawesi Selatan yang sangat progresif dalam menuntaskan isu Anak Tidak Sekolah melalui penerbitan Pergub, serta berhasil mengembalikan 27.000 anak ke dalam layanan pendidikan,” ungkap Deputi Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Bappenas, Bahjuri Ali saat membuka acara.

Oleh karena itu, pengakuan ini semakin mengukuhkan posisi Sulawesi Selatan sebagai daerah terdepan dalam pembangunan sektor pendidikan.

Di bawah nakhoda Gubernur Andi Sudirman Sulaiman bersama Wakil Gubernur Fatmawati Rusdi, berbagai inovasi lokal dari Sulsel kini tidak hanya memberi manfaat bagi warga daerah, tetapi juga resmi menjadi inspirasi nasional untuk menyusun kebijakan pendidikan ke depan.


Comment