MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM — Hubungan internasional Sulawesi Selatan memasuki babak baru. Kerajaan Belanda secara resmi meresmikan kantor Konsulat Kehormatan untuk wilayah Sulawesi di Makassar. DPRD Sulawesi Selatan menyambut positif langkah diplomasi ini karena membuka ruang kolaborasi luas di berbagai sektor strategis.
Kehadiran perwakilan diplomatik tersebut menandai komitmen kuat Belanda dalam memperluas jaringan investasi, perdagangan, serta hubungan antar-masyarakat di kawasan Indonesia Timur. Wakil Kepala Perwakilan Kedutaan Besar Kerajaan Belanda untuk Indonesia, Adriaan Palm, memimpin langsung peresmian tersebut bersama Konsul Kehormatan Belanda yang baru, Osco Olfriady Letunggamu.
Perwakilan DPRD Sulsel menilai pembukaan konsulat ini sebagai momentum emas bagi daerah. Pasalnya, Belanda siap memboyong teknologi modern, pengetahuan, serta jaringan modal untuk menggarap sektor-sektor unggulan di Sulawesi Selatan.
Adriaan Palm mengungkapkan bahwa Belanda menaruh fokus pada tiga pilar utama kerja sama, yakni penguatan ekonomi, pelestarian budaya, serta hubungan antar-warga (people-to-people contact). Lebih jauh, pilar ekonomi tersebut akan menitikberatkan pada sektor pertanian, energi terbarukan, kemaritiman, hingga pengelolaan sumber daya air.
“Belanda melihat potensi besar di Sulawesi Selatan. Melalui kantor konsulat ini, kami ingin membangun jembatan kolaborasi yang makin erat dan berkelanjutan,” ujar Adriaan Palm.
Selain menangkap peluang investasi, masyarakat Sulawesi Selatan juga mendapatkan kabar gembira terkait kemudahan birokrasi. Pihak Kedutaan Belanda berencana meluncurkan layanan pembuatan visa berkala (visa-at-your-doorstep) di Makassar.
Melalui terobosan layanan visa lokal ini, warga Sulsel tidak perlu lagi terbang ke Jakarta, Bali, atau Surabaya hanya untuk mengurus permohonan visa ke Eropa. Langkah praktis ini dipastikan memangkas biaya operasional dan mempercepat mobilitas para pelaku usaha, akademisi, hingga wisatawan asal Sulawesi.
Sementara itu, jajaran DPRD Sulsel menegaskan kesiapan legislatif dalam mendukung terciptanya iklim investasi yang kondusif. Parlemen daerah mendorong pemerintah provinsi agar segera menyelaraskan program daerah dengan potensi kerja sama yang ditawarkan Kerajaan Belanda.
Melalui sinergi hulu-hilir antara legislatif, eksekutif, dan perwakilan diplomatik Belanda, Sulawesi Selatan optimistis mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi kawasan serta mencetak pusat gravitasi baru perdagangan di Kawasan Timur Indonesia.
Comment