MAROS, BERITA-SULSEL.COM — Pemerintah Kabupaten Maros terus memperkuat sinergi bersama ormas Islam dalam menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas. Komitmen ini nampak jelas saat Bupati Maros, Chaidir Syam, menghadiri Pengajian Akbar yang diselenggarakan oleh DPD Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Maros.
Dalam kesempatan tersebut, Chaidir Syam menyampaikan apresiasi tinggi terhadap konsistensi LDII yang secara masif menanamkan nilai-nilai kebaikan kepada masyarakat. Khususnya, beliau menyoroti program pembinaan 29 karakter luhur yang menyasar generasi muda di Kabupaten Maros.
Bupati menegaskan bahwa program pembinaan karakter ini sejalan dengan visi pemerintah daerah dalam membangun fondasi moral benteng generasi penerus bangsa. Oleh karena itu, langkah strategis LDII ini menjadi jawaban nyata atas tantangan era digitalisasi yang kian kompleks.
“Oleh karena itu, kami sangat mendukung pembinaan 29 karakter luhur ini. Konsep ini menjadi modal penting bagi daerah kita untuk melahirkan generasi emas yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki keimanan dan akhlak yang kokoh,” ujar Chaidir Syam di hadapan ratusan jamaah.
Selain menyinggung soal penguatan karakter, Bupati Maros mengimbau seluruh elemen masyarakat agar terus menjaga kerukunan dan keharmonisan. Beliau menilai sinergi yang harmonis antara pemerintah dan lembaga keagamaan seperti LDII akan mempercepat akselerasi pembangunan daerah.
Selanjutnya, jajaran pengurus DPD LDII Maros menyambut hangat dukungan dari Bupati Maros tersebut. Pihaknya bertekad untuk terus memperluas cakupan program pendidikan karakter di seluruh penjuru kecamatan.
Melalui kegiatan dakwah yang berkelanjutan ini, LDII Maros optimistis mampu membendung dampak negatif globalisasi sekaligus mencetak sumber daya manusia berdaya saing tinggi yang siap membangun Kabupaten Maros di masa depan.
Comment