BONE, BERITA-SULSEL.COM — Seorang penumpang kapal fery asal Kabupaten Sinjai, diduga melompat dari kapak Mishima yang bertolak dari pelabuhan Bajoe pukul 18.19 wita, menuju pelabuhan Kolaka, Jumat (25/1/2019).
Satu jam setelah berlayar, yakni sekitar pukul 19.00 wita, perempuan yang diduga bernama Mega (27), dilaporkan melompat dari kapal, namun belum diketahui jelas kronologis dan motif yang membuat perempuan tersebut melompat ke laut.
Baca Juga : Iba, Banggar DPRD Loloskan Anggaran Milyaran untuk Polres dan Kejari Bone
Operasional Darat PT Jemla, Fandi, mengatakan identitas korban baru dugaan karena ada KTP yang ditemukan di dalam barang bawaannya, dan sampai berita ini diturunkan belum ada seorangpun penumpang kapal yang mengaku sebagai keluarga korban.
“Info dari kapal belum ada yang mengaku sebagai keluarga korban. Kata kapten ada banyak saksi yang melihat korban lompat dari kapal, tapi belum tahu apa sebabnya” terang Fandi.
Sesaat setelah melompat, kapal yang ditumpangi korban berputar sebanyak 7 kali untuk mencari korban, namun nihil. Bahkan kapal Fery Kota Bumi yang berpapasan dengan Fery Mishima juga sempat berputar 2 kali untuk membantu pencarian, namun korban tak jua ditemukan.
“Sesuai prosedur kapal harus berputar tujuh kali untuk mencari korban, tapi tidak ditemukan” kata Sony Padli, Kepala Otoritas Pelabuhan Penyeberangan (OPP) Bajoe.
Basarnas Bone sendiri telah membantu melakukan pencarian sesaat setelah mendapat informasi adanya korban yang melompat ke laut, namun sayang pencarian menggunakan boat Basarnas tidak membuahkan hasil karena terkendala jarak pandang.
“Besok pagi kami bergerak dan akan fokus pada arus serta posisi jatuhnya korban. Kami akan bawa perahu karet untuk memudahkan dan melebarkan pencarian” jelas Andi Sultan, Basarnas Bone.
Basarnas rencana akan bergerak meneruskan pencarian pada Sabtu (26/1/19), pukul 07.00 pagi bersama tim dari OPP, ASDP, PT Jemla, Syahbandar dan pihak Polsek Pelabuhan Bajoe. (eka)
Comment