UKM di Polman Punya Kartu IUMK

UKM di Polman Punya Kartu IUMK
UKM di Polman Punya Kartu IUMK

POLMAN, BERITA-SULSEL.COM – Usaha Kecil Menengah (UKM) Polewali Mandar (Polman) kini telah memiliki kartu Izin Usaha Mikro (IUMK), yang merupakan salah satu program pembinaan UKM (Usaha Kecil Menengah) dari Dinas Koperasi dan UMKM kabupaten Polman.

Kartu ini IUMK diumumkan saat sosialisasi kebijakan Usaha Mikro dan Kecil Menengah yang dirangkaikan dengan seminar berjudul prospek dan strategi pengembangan UMKM dalam ERA perdagangan bebas menyonsong MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN).

Hal ini diungkapkan Kepala Bidang UKM dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Polman, Tasdi, Jumat (25/3/2016). Kata dia, kegiatan ini melibatkan 50 pelaku UKM di Kota Polewali, terutama yang telah menjadi binaan dinas KUMKM.

Sementara itu, Wakil Bupati Polman HM Natsir Rahmat yang membuka kegiatan ini mengatakan, pelaku UMKM di Kabupaten Polman dapat memiliki kartu IUMK (Izin Usaha Mikro) dengan mendatangi kartu camat setempat. Mereka harus membawa surat pengantar dari lurah setempat.

“Kartu ini akan diterbitkan BRI (bank Rakyat Indonesia) seperti kartu ATM yang dapat digunakan untuk mendapatkan KUR (kredit Usaha Rakyat),” ujarnya.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM, Suaib Jamaluddin yang menjadi pembicara mengatakan, pemerintah sangat serius ingin mendukung agar pelaku UMKM di kabupaten Polman dalam hal permodalan usaha, untuk itu kami menggandeng Bank Sulselbar bekerja sama dalam penyaluran kredit UKM dengan syarat yang mudah.

Pada kesempatan kali ini Dinas KUMKM Kabupaten Polman mengundang narasumber Dr.A.M.Nur Bau Massepe,SE.MM selaku founder UMKM MIC sebagai pembicara UMKM MIC (marketing & Innovation centre). Nur Bau Massepe yang merupakan dosen dari fakultas Ekonomi & Bisnis Universitas Hasanuddin akan membahas tentang strategi pelaku UKM dalam menghadapi pasar MEA ini. Hal lain penting adalah pelaku UKM harus berorentasi pada market oriented bukan product oriented lagi. Artinya market oriented adalah pelaku UKM sudah harus tahu siapa pelanggan potensial yang akan di sasar, serta kebutuhan dan keinginan apa yang dipenuhi mereka baru menciptakan produknya. Bukan menciptakan produk dulu baru mencari siapa yang kira-kira akan membeli produk tersebut.

Pimpinan Cabang Bank Sulselbar Andi Mulyadi dalam sesi pertama mengatakan, pihaknya sangat terbuka bagi pelaku UMKM yang ingin membutukan modal dengan produk PUR (Pundi Usaha rakyat) dengan platform 20 juta tanpa anggunan. (*)

Baca Juga

UNASMAN Polman Penjaga Peradaban Mandar

Dinas Koperasi Polman Bahas Strategi Pengembangan UMKM Hadapi MEA


Comment