
MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Menurunnya derajat kesehatan manusia akibat dampak dari timbulnya berbagai permasalahan, dimana sebagian masyarakat belum mengetahui tata cara pengelolan limbah dan sanitasi.
Hal itu disampaikan oleh staf ahli Wali Kota Makassar, Kusaiyyeng yang mewakili Wali Kota Makassar pada pembukaan pelatihan pengelolaan sanitasi yang diselenggarakan oleh Dinas Pekerjaan Umum Kota Makassar di Hotel Grand Asia, Selasa (26/4/2016).
Dihadapan para peserta pelatihan dari beberapa kelurahan, Kusaiyyeng memaparkan, berdasarkan data terakhir masyarakat yang terlayani akses air minum sekitar 64% yang terlayani sanitasi sekitar 88%.
“Sementara untuk sanitasi yang layak tersebut baru sekitar 46% dan untuk sanitasi yang tidak layak 49%,” jelas mantan Kepala Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) Makassar itu.
Lanjutnya, dari data tersebut, Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan ‘Danny’ Pomanto berupaya mengubah pola pikir masyarakat tentang bagaiamana perlunya pengelolaan air limbah yang memadai.
“Maka dari itu, Pak Wali Kota Maakssar mengharapkan masyarakat ikut terlibat langsung,” ungkap Kusaiyyeng.
Lebih jauh, anggapan masyarakat selama ini bahwa drainase merupakan tempat pembuangan limbah domestik, seperti WC, air kamar mandi dan air dari kegiatan di dapur, bahkan sebagai multifungsi pembuangan limbah.
“Melalui pelatihan sanitasi ini kita harapkan pola pikir masyarakat dapat berubah dengan pelatihan tentang tata cara IPAL Komunal yang akan di bangun untuk kepentingan masyarakat sehingga derajat kesehatan masyarakat bisa meningkat. Inilah harapan Wali Kota Makassar,” terang Kusaiyyeng.
Demi keberhasilan pembangunan Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) komunal dan pengelolaan serta pemeliharaan pasca kontruksi ini dianggap sebagai Pilot Project penanganan sanitasi rumah tangga di Kota Makassar.
Comment