
MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Makassar berencana membangun instalasi pengolahan air baru. Sumber air bakunya berasal dari Sungai Tello dan Sungai Jenneberang.
Hal ini disampaikan Danny Pomanto saat menjawab pandangan Abdul Wahid, juru bicara Fraksi Partai Persatuan Pembangunan DPRD Kota Makassar yang menyoroti terkait pelayanan air bersih dibeberapa daerah, dimana masih banyak warga yang belum menikmati.
Kata dia, daerah utara kota, pada tahun 2017 ini pipa jaringan yang baru telah terpasang dan sudah menjadi perhatian khusus PDAM dalam program kerja tahun 2017-2018 untuk ditindaklanjuti.
“Sedangkan untuk daerah timur kota, pada tahun 2017 hingga 2018 direncanakan penggantian pipa distribusi. Hal ini dilakukan karena banyak terdapat pipa jaringan lama yang bocor, hal ini dapat mengurangi tekanan air untuk sampai kepada pelanggan,” ungkapnya dalam
papat paripurna untuk mendengar jawaban Walikota Makassar atas pemandangan umum Fraksi DPRD Kota Makassar terhadap Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (RAPBD) Tahun Anggaran 2018
, Rabu (15/11/2017).
Kata Danny, sesuai target rencana kerja PDAM, pihak sksekutif berharap cakupan pelayanan air di Kota Makassar tahun 2019 dapat mencapai 80 persen.
“Pihak eksekutif selalu mengharapkan dukungan dari anggota dewan untuk memacu kinerja PDAM Kota Makassar,” ujarnya.
Soal pandangan umum dari Andi Pahlevi, juru bicara Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) terkait pengendalian dan penanganan banjir yang menjadi masalah tahunan di sebagian wilayah Kota Makassar, kata Danny, pihaknya telah melakukan upaya pengurangan titik genangan agar fungsi drainase bekerja maksimal dalam pengendalian banjir. (*)
Comment