GOWA, BERITA-SULSEL.COM – 1800 kepala keluarga warga di Desa Bisoloro, Kecamatan Bungaya, Kabupaten Gowa yang menjadi korban banjir hingga hari ini masih terisolasi.
Setidaknya ada 7 dusun yang berada dilokasi longsor ini belum tersentuh bantuan. Pasalnya, akses kelokasi yang terputus dan sulit dijangkau.
Mendapat pasokan makanan, para korban bencana banjir harus berjalan kaki ke dapur umum terdekat yang jaraknya cukup jauh. Mereka harus menempuh perjalan kaki setengah hari untuk menjangkau dapur umum terdekat.
Nurbiah, salah pegawai pengawas pendidikan yang bertugas dilokasi mengatakan, sejak terjadi banjir dan longsor mereka terisolasi dan tidak mendapat bantuan.
“Sudah 3 hari, sejak longsor kami belum dapat bantuan, baru kali ini mendapat bantuan langsung kesini,” ujarnya saat menerima bantuan yang disalurkan Forum Sulsel Peduli, PT Personel Alih Daya (Persada), Puma All Star FC, Sabtu (26/1).
Nurbiah menjelaskan, sulitnya akses ke lokasi mereka membuat mereka menjadi terisolosi, sehingg tidak terjangkau bantuan. Sehingga para korban sebagian besar berjala kaki kedapur umum yang jaraknya lumayan jauh.
Tak hanya itu, jelas Nurbiah, mereka berjalan kaki selama setengah hari untuk menjangkau posko terdekat.
Nurbiah mengaku bersyukur dengan adanya bantuan yang berupa beras, mie instan, minyak goreng, pakain, air mineral, sozis dan telur tersebut.
Apalagi bantuan yang dibawa tim Forum Sulsel Peduli, Persada,Puma Allstar FC mereka bantuan pertama yang bisa menembus daerah isolasi tersebut.
Menurut Nurbiah, selain kebutuhan pangan, mereka juga membutuhkan pakaian, perlengkapan mandi dan perlengkapan bayi.
Sementara, Adam Jourdan dari Forum Sulsel Peduli mengakui, jika akses untuk menuju lokasi sangat sulit. Apalagi menggunakan kendaraan roda empat.
“Dari awal kita dari FSP dan teman-teman Persada dan Puma Allstar FC akan menyasar daerah-daerah yang belum tersentuh, karenanya dipandu teman-teman motor trail kita mencba menembus isolir tersebut,” ujarnya.
Dia mengakui, bantuan yang diangkut 3 mobil tersebut tidak akan cukup, mengingat ada 7 dusun yang belum terjangkau bantuan.
“Paling tidak bantuan ini bisa membuat mereka bertahan beberapa hari. Aksi ini sebagai komitmen kita bahw kita peduli dengan nasib-nasib saudara kita yang terkena musibah,” tutur Akmal dari Persada.
Lokasi bencana Bisoloro sendiri hingga saat ini belum bisa dijangkau dengan kendaraan. Untuk sampai kelokasi harus berjalan kaki selama satu jam dari wisata hutan pinus.
Comment