JAKARTA, BERITA-SULSEL.COM – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK) di Indonesia. Kepala BPOM, Taruna Ikrar, secara resmi mengumumkan kebijakan biaya registrasi pangan olahan nol rupiah alias gratis bagi kategori UMK.
Taruna Ikrar menyampaikan kabar baik tersebut melalui sambutan video dalam acara Sosialisasi dan Pendampingan Lembaga Bantuan Manajemen (LBM) UMKM Tangguh Berkibar di Tangerang Selatan, Minggu (7/6/2026). Ia menegaskan bahwa produsen dalam negeri tidak perlu lagi memikirkan tarif Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) saat mengurus izin edar.
“Masyarakat tidak perlu bayar. Ini gratis bagi produsen dalam negeri kategori usaha mikro dan kecil,” tegas Taruna Ikrar. Ia juga mengimbau para pelaku usaha agar tidak merasa takut untuk berurusan dengan BPOM. Sebaliknya, ia mengajak mereka untuk memanfaatkan fasilitas yang ada demi kemajuan usaha.
Dominasi UMKM dalam Industri Pangan Data menunjukkan bahwa UMKM merupakan pilar utama pengguna layanan registrasi di BPOM. Hingga Maret 2026, tercatat lebih dari 12 ribu atau sekitar 82% dari total 15.034 perusahaan pangan olahan yang terdaftar berasal dari sektor UMKM.
Selain itu, antusiasme masyarakat tetap tinggi pada skala industri rumah tangga. Per 31 Mei 2026, pemerintah telah menerbitkan 647.865 Sertifikat Pemenuhan Komitmen Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (SPP-IRT). Angka-angka tersebut membuktikan bahwa UMKM memiliki semangat besar untuk meningkatkan standar keamanan dan daya saing produk mereka.
Program Pendampingan dan ‘Orang Tua Angkat’ BPOM tidak hanya memberikan keringanan biaya, tetapi juga menjalankan berbagai program asistensi. Mulai dari bimbingan teknis, coaching clinic, hingga bantuan pengujian produk. Salah satu inovasi unggulannya adalah program Orang Tua Angkat (OTA), yang melibatkan 29 industri besar untuk membantu 471 UMK pangan meningkatkan kapasitas produksi dan akses pasar.
Dewan Pembina LBM UMKM Tangguh Berkibar sekaligus Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari, yang hadir dalam acara tersebut, turut memberikan apresiasi. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan lembaga pendamping akan menciptakan ekosistem yang kuat.
“Peran LBM ini membantu pemerintah menyediakan wadah konsultasi agar pelaku UMKM bisa meningkatkan kualitas dan memperluas pasarnya hingga ke mancanegara,” ujar Qodari.
Melalui sinergi ini, Taruna Ikrar berharap produk-produk lokal tidak hanya jago kandang, tetapi juga mampu bersaing di pasar global. “UMKM akan maju, berkibar, naik kelas, bahkan menembus pasar internasional,” pungkasnya.
Comment