GOWA, BERITA-SULSEL.COM – Wakil Bupati Gowa, Darmawangsyah Muin, menegaskan bahwa konsep bela negara tidak lagi sebatas pertempuran fisik atau tugas aparat TNI dan Polri. Menurutnya, seluruh elemen masyarakat memegang tanggung jawab yang sama untuk menjaga kerukunan, keamanan, serta mendorong kemajuan bangsa di tengah pesatnya arus teknologi.
Pernyataan tersebut disampaikan Darmawangsyah saat menghadiri Workshop Pembinaan Kesadaran Bela Negara (PKBN) bentukan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia di Gedung Serbaguna LL, Kamis (27/8/2026).
Dalam sambutannya, Darmawangsyah mengapresiasi langkah Kementerian Pertahanan yang memilih Kabupaten Gowa sebagai lokasi pelaksanaan program tersebut. Selain itu, ia berharap edukasi bela negara dapat menjangkau seluruh lini masyarakat hingga tingkat kecamatan dan desa.
“Pemerintah Kabupaten Gowa merasa bangga atas terselenggaranya kegiatan ini. Oleh karena itu, kami berharap program pembinaan ini terus berlanjut hingga ke tingkat kecamatan dan pelosok desa,” ujar Darmawangsyah.
Selanjutnya, ia menjelaskan bahwa esensi bela negara mencakup kontribusi aktif warga dalam menciptakan suasana daerah yang kondusif. Lebih lanjut, ia juga memuji sinergi antara pemerintah desa, TNI, dan Polri dalam menjaga ketenteraman wilayah Gowa selama ini.
“Hakikat bela negara adalah bagaimana kita membawa bangsa ini maju, melestarikan nilai kerukunan, dan menjaga keamanan. Oleh sebab itu, Pemkab Gowa siap mendukung penuh dan siap menganggarkan kembali program ini pada tahun mendatang,” tegasnya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Pusat Bela Negara Kemhan RI, Brigjen TNI Parluhutan Marpaung, menyampaikan bahwa ancaman terhadap keutuhan negara saat ini telah bergeser ke ruang digital. Kendati ancaman militer tetap ada, serangan nonmiliter seperti penyebaran informasi palsu (hoaks) dan kejahatan siber justru jauh lebih berbahaya bagi persatuan.
Oleh karena itu, Brigjen TNI Parluhutan mendorong para peserta untuk memperkuat literasi digital dan bijak dalam memilah informasi di media sosial sebelum membagikannya.
“Era digital membawa tantangan besar bagi pembentukan karakter generasi muda. Oleh sebab itu, kita harus mampu menyaring narasi yang masuk. Jangan mudah membagikan berita sebelum mengecek kebenaran dan manfaatnya,” ujar Parluhutan.
Selain literasi digital, ia juga menekankan pentingnya penguasaan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Menurutnya, penguasaan AI akan membantu Indonesia mengubah potensi bonus demografi menjadi kekuatan ekonomi yang nyata di masa depan.
Kegiatan workshop strategis ini turut dihadiri oleh jajaran Forkopimda, Asisten Teritorial Kasdam XIV/Hasanuddin Kolonel Arm Muh. Saifuddin Kholiruzzamani, Kaban Kesbangpol Sulsel Bustanul Arifin, Kadis Kominfo Gowa Emy Pratiwi Luthfy, para pimpinan SKPD, camat, serta 157 kepala desa se-Kabupaten Gowa.
Comment