Tangkis Cedera dan Mental Down, Tim PKM FIKK UNM Gembleng Atlet Pencak Silat

Tangkis Cedera dan Mental Down, Tim PKM FIKK UNM Gembleng Atlet Pencak Silat

MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM — Pembinaan atlet pencak silat profesional tidak lagi sebatas mengasah teknik serangan atau ketahanan fisik semata. Sebaliknya, kesiapan mental dan pencegahan risiko cedera kini menjadi pilar utama untuk mengunci prestasi di gelanggang pertandingan.

Menyadari krusialnya hal tersebut, Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan Universitas Negeri Makassar (FIKK UNM) turun tangan menggelar pembekalan khusus. Mereka merangkul sebanyak 20 atlet BKMF Pencak Silat UNM dalam program pemberdayaan berbasis kesehatan dan psikologi.

Kegiatan strategis bertajuk “Pemberdayaan Atlet Pencak Silat melalui Edukasi Pencegahan Cedera dan Pelatihan Keterampilan Psikologis” ini berlangsung di Kampus FIKK UNM, Rabu (26/8/2026). Program ini terlaksana berkat dukungan Dana Hibah PNBP Tahun Anggaran 2026 FIKK UNM.

Ketua Tim PKM, Dr. Fahrizal, M.Pd., menegaskan bahwa performa puncak seorang atlet berakar dari keseimbangan fisik dan pikiran. Oleh karena itu, pendekatan holistik menjadi kebutuhan mendesak bagi para pesilat.

“Prestasi atlet tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknik dan kondisi fisik, tetapi juga oleh kemampuan menjaga kesehatan dan mengelola aspek psikologis,” ujar Fahrizal di sela-sela kegiatan.

Selama sesi edukasi, para pesilat mendalami berbagai faktor risiko cedera serta langkah preventif sebelum berlaga. Selain itu, pemateri menekankan pentingnya persiapan fisik secara disiplin guna menekan potensi cedera saat latihan intensif maupun pertandingan resmi.

Tidak hanya fokus pada fisik, tim pakar juga membedahi keterampilan psikologis para atlet. Mereka melatih peserta cara mengolah emosi, meningkatkan konsentrasi, meredam kecemasan, serta memompa kepercayaan diri saat berada di bawah tekanan lawan.

Proses pelatihan ini berjalan dinamis dan interaktif melalui kombinasi pemaparan materi, diskusi kelompok, simulasi praktik, hingga sesi refleksi.

Guna menghadirkan pembinaan yang komprehensif, Dr. Fahrizal memimpin program ini bersama pakar lintas disiplin. Mereka adalah Dino Rizadman Rahia, S.Psi., M.Psi., Psikolog dari ranah psikologi, serta Khaerani Kamil, S.Tr.Kes., M.Biomed., dari sektor kesehatan olahraga.

Pada akhir kegiatan, Tim PKM FIKK UNM menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UNM serta pimpinan FIKK UNM atas kelancaran acara. Ucapan terima kasih juga mengalir kepada pengurus BKMF Pencak Silat UNM yang memfasilitasi para atletnya.

Melalui keberlanjutan program ini, para atlet diharapkan mampu menerapkan ilmu pencegahan cedera dan kontrol mental secara mandiri. Dengan demikian, mereka makin siap menghadapi kejuaraan mendatang dan siap menyumbang medali emas bagi almamater.


Comment